30 August 2010

ape???merdeka???betul ke ni??

Assalamualaikum..Sahabat,betul ke negara kita dah merdeka?Cuba fikir sejenak.Betul ke?Banyak kali dah perkataan merdeka dilaungkan.Merdeka!Merdeka!Merdeka!Tukar kepada  Allahuakbar!!!Allahuakbar!!!Allahuakbar!!!  Ni baru betul.Sedap je kita dengar.Berbalik pada tajuk asal,betul ke dah merdeka ni?Macam tak percaya je.Apa ada dengan merdeka?Hehe..Ana bukan nak cerita apa ada pada merdeka.Ana nak cerita betul ke negara Malaysia dah merdeka.Tu je,dan adalah juga masuk benda lain sikit-sikit.Sikit-sikit??Hehe..Mungkin banyak.Jangan marah,baca je tau.

Ana tanya banyak kali,betul ke dah merdeka ni?Siapa yang berani nak jawab,silalah jawab ye.Hehe..Merepek je ana ni.Okok..Jawapannya ialah  belum!!!Kenapa ye belum?Sebab belum la.Hehe..Sebab sekarang ni,zaman sekarang ni,masih belum menerapkan sistem Islam sepenuhnya.Banyak maksiat berleluasa,hidup kita semua pun tak aman.Ok,siapa di sini yang cakap Malaysia ni aman damai sentosa?Aman + damai + sentosa = apa jadi??Hehe..Silalah angkat tangan ye kalau yang tahu jawapannya.Jangan malu-malu,jangan segan-segan.Aman?Tak aman pun.Tengoklah realiti sekarang ni,banyak maksiat,kes kecurian berleluasa,buang anak/bayi,rasuah,RIBA',zina,mengumpat,hina-menghina dan lain-lain lagi.Memanglah di Malaysia ni tak ada penjajahan.Tapi,janganlah kita lupa,penjajahan pemikiran tetap berlaku.Ape??!!Penjajahan pemikiran?Eh!Betul ke?

Jawapannya betul.Siapa yang jajah pemikiran kita?Si kafir laknatullah la.Sebab tu la timbulnya NASIONALISME,HAM,asobiyyah/wathaniyah dan lain-lain lagi.Semua yang diajarkan si kafir laknatullah,janganlah diamalkan. HARAM!! Tak boleh,dimurkai Allah.Bacalah di post-post yang lepas.Anda akan tahu.InsyaAllah berguna buat kalian.
Orang zaman sekarang sibuk dengan 'merdeka dia'.Apalah nak dikatakan terhadap orang macam tu..??Ish3..Islam adalah kemerdekaan kita.Bendera Malaysia??Cinta bendera Malaysia tak?Bermakna ke bendera Malaysia tu?Bendera Nasionalisme,haram dikibarkan.
HARAM!!! Ni,sekarang begitu bangga rakyat Malaysia kibarkan.Ish3.Nauzubillah.Kibarkan bendera dan panji Rasulullah.Ni baru betul.Heee..Jangan segan-segan untuk kibarkan.
InsyaAllah,tak lama lagi,Khilafah pasti akan tegak.Itu janji Allah yang pasti.Tu barulah merdeka yang sebenar-benarnya.

Maksiat tak berleluasa,sistem Islam menjadi peraturan hidup kita.Siapa buat salah,bermakna dia kena hukum.Nak ke sahabat-sahabat ana ni kena hukum?Mestilah tak nak kan..??Jangan cakap sistem Islam ni,dah lapok.Ish3..Nauzubillah.Sistem Islam sesuai mengikut setiap zaman.Tengoklah,siapa yang cipta sistem Islam ni kan.Hehe..Mestilah Al-khaliq.Dia tahu apa yang hamba-hambanya akan lakukan.Hukuman dalam Islam ni bersifat penghapus dosa dan mencegah.Mencegah apa?Mencegah manusia yang lain daripada melakukan maksiat.Faham tak?Kalau tak faham,banyakkanlah bertanya dan baca buku.Oklah..Berakhir sudah ucapan penulisan ana.Assalamualaikum sahabat semua.. ^___^




Nak ke kibarkan bendera ni?
*Jangan marah,ana tanya je.




Kibarkan panji Rasulullah..Allahuakbar!!





Hehe..Ni ana punya.Sahabat ana buatkan. ^___^
Share:

29 August 2010

wajib baca!!!

MALAYSIA, BERSATULAH!
KARENA ALLAH TELAH MENYATUKAN KALIAN DENGAN IKATAN AQIDAH TINGGALKANLAH SERUAN - SERUAN JAHILIYAH!! DAN KEMBALILAH KALIAN KEPADA ISLAM DALAM NAUNGAN KHILAFAH ISLAMIYAH

Ibnu Ishaq berkata, "Syas bin Qais -orang tua yang sangat kafir- berjalan melewati beberapa shahabat Rasulullah SAW dari Al-Aus dan Al-Khazraj dalam satu majelis yang menyatukan mereka. Syas bin Qais jengkel melihat keakraban mereka, persatuan mereka, kebaikan hati mereka dengan Islam setelah sebelumnya bermusuhan pada masa jahiliyah. kemudian Syas bin Qais menyuruh pemuda Yahudi untuk menyusup dan berbaur dalam sebuah pertemuan dengan shahabat-shahabat Rasulullah SAW, serta menyuruh mengungkit Perang Bu'ats (perang yang terjadi antara Al-Aus dan Al-Khazraj yang dimenangkan Al-Aus) dan melantunkan syair-syair yang pernah mereka ucapkan dahulu.

Pemuda Yahudi tersebut melaksanakan perintah Syas bin Qais. Dalam pertemuan tersebut kaum Muslimin berbicara hingga mereka bertengkar dan membanggakan dirinya atas orang lain. Bahkan, dua orang dari Al-Aus dan Al-Khazraj meloncat keatas hewan kendaraannya. mereka adalah Aus bin Qadhi (dari Al-Aus) dan Jabbar bin Shakr (dari Al-Khazraj). keduanya berkata secara bergantian, kemudian salah seorang dari keduanya berkata kepada yang satunya, "jika kalian mau kami kembalikan anak Unta itu  sekarang juga!" kedua belah pihak naik darah, mereka berkata , "ya, kami lakukan itu dan kita ketemu lagi di siang hari, senjata dengan senjata!". Kemudian Hal tersebut didengar oleh Rasulullah SAW, kemudian Beliau berangkat menemui mereka ditempat yang telah mereka sepakati dan ditemani beberapa shahabat dari kalangan Muhajirin. tiba ditempat mereka Rasulullah bersabda: "Wahai seluruh kaum Muslimin, ingatlah kalian kepada Allah, kenapa kalian mengikuti SLOGAN JAHILIYAH? padahal aku ada ditengah-tengah kalian, dan sebelumnya Allah telah memberi petunjuk kalian kepada Islam, memuliakan kalian dengan Islam, memutus segala kejahiliyahan dari kalian, menyelamatkan kalian dari kekafiran, dan MENYATUKAN HATI KALIAN!" kaum Muslimin dari Al-Aus dan Al-Khazraj sadar bahwa SLOGAN JAHILIYAH adalah TIPU DAYA SYETAN, dan SALAH SATU MAKAR DARI MUSUH ALLAH kepada mereka. Merekapun menangis dan setiap orang-orang dari Al-Aus dan Al-Khazraj saling merangkul dan berpelukan. Setelah itu mereka pulang bersama Rasulullah SAW dengan taat dan patuh kepada Beliau SAW. Sungguh Allah telah memadamkan dari mereka salah satu makar musuh Allah, kemudian Allah menurunkan FirmanNya: "Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?".Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?". Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.(TQS Ali Imran: 98-99)"  (Siroh Nabawiyah Ibnu Hisyam, Bab 102, hal 519).

Wahai Kaum Muslimin!

Sungguh Allah dan Rasulnya sangat membenci permusuhan, diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Janganlah kalian saling membenci, saling dengki, dan saling bermusuhan. Jadilah kalian hamba Allah yang besaudara. Dan tidak halal bagi seorang muslim memboikot saudaranya lebih dari tiga hari," (HR Bukhari [6065] dan Muslim [2559]). Dan setiap muslim adalah saudara bagi satu dengan yang lainnya, Rasulullah bersabda: "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak mengecewakannya (membiarkannya menderita) dan tidak merusaknya (kehormatan dan nama baiknya)." (HR. Muslim), dan campakkanlah ashobiyah dari hati kalian dengan tegas Rasulullah bersabda: "Bukan termasuk golonganku yang menyeru kepada Ashobiyyah (kelompok/suku/bangsa), berjuang untuk Ashobiyyah dan mati diatas Ashobiyyah" ( HR.MUSLIM )

konflik yang terjadi antara dua negeri muslim (Indonesia-Malaysia) hanyalah rekayasa kaum kuffar untuk memecah belah kaum Muslimin, dengan menancapkan paham Nasionalisme (kepentingan bangsa diatas kepentigan lain, bahkan diatas kepentingan Dien yang Mulia ini yaitu Islam) kedalam hati kalian, mereka menciptakan garis batas khayal (berupa batas teritorial yang berdaulat) yang menyebabkan kalian tidak akan pernah bersatu, sungguh ikatan Nasionalisme adalah ikatan yang lemah, yang dengan ini kalian tidak akan pernah bangkit dari keterpurukan, ikatan ini hanyalah ikatan yang dibangun berdasarkan nafsu keegoisan kalian demi mempertahankan eksistensi kailan!

sadarlah wahai kaum muslimin sesungguhnya kaum kuffar sedang tertawa melihat kondisi kalian seperti ini, mereka tertawa melihat umat Islam terpecah belah, dan ingatlah peringatan Rasulullah tentang penyakit WAHN yang Allah tancapkan kedalam hati kalian bahwa Beliau SAW bersabda: "Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kalian bagaikan orang-orang kelaparan mengerumuni hidangan mereka. seorang shahabat bertanya : Apakah karena jumlah kami sedikit waktu itu ? Beliau bersabda : Tidak, bahkan kalian pada waktu itu banyak sekali, akan tetapi kalian seperti buih dilautan. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn. seorang shahabat bertanya : Wahai Rasulullah, apakah wahn itu ? Beliau bersabda : Mencintai dunia dan takut mati.(Shahih. HR.Abu Dawud [2/102], Imam Ar-Ruyani [25/134/2], Ahmad [5/287])"

Maka, Demi Allah,. saat ini kaum kuffar sedang menajajah negeri-negeri kalian wahai kaum muslimin, mereka mengambil potensi sumber daya alam kalian, mereka sudah tidak lagi gentar kepada kalian karena rasa takut mereka kepada kaum Muslimin sudah dicabut Allah dari dalam hati mereka. Padahal pada mulanya Allah menjanjikan kepada kaum Muslimin dalam firmanNya:

 سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُواْ الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُواْ بِاللّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَان

"Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu."(TQS. Ali Imran: 151)

Akan tetapi kekhususan tersebut dibatasi oleh sabda Rasulullah SAW yang menyatakan : Allah akan mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian.

Wahai Ummatul Qur'an, Ummat Muhammad!

Janganlah kalian percaya kepada orang-orang kafir, sesungguhnya mereka menghalangi kalian dari jalan Allah, sesungguhnya mereka menjadikan kalian kafir setelah kalian beriman kepada Allah, Allah SWT berfirman:

ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوَاْ إِن تُطِيعُواْ فَرِيقاً مِّنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ يَرُدُّوكُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَن يَعْتَصِم بِاللّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikanmu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus."

Sesungguhnya kekuatan umat Islam bukanlah pada jumlah dan perbekalannya, bukan juga pada tentara dan logistiknya, akan tetapi kekuatan kalian terletak pada IMAN dan AQIDAH kalian, yaitu AQIDAH ISLAMIYAH, Allah SWT berfirman:

 كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِا

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah." (TQS Ali- Imran: 110)

hanya dengan ikatan AQIDAH ISLAMIYAH kalian dapat bersatu dan menjadi umat terbaik dengan memgang teguh agama Allah, sebagaimana Rasulullah mempersatukan kaum Anshor dan Muhajirin, dan mereka memegang teguh Al-Qur'an dan as Sunnah, Allah SWT berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karuniaNya kami bersaudara; sedangkan ketika itu kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat." (TQS Ali Imran: 102-105).

HADITS-HADITS LAIN TENTANG LARANGAN ASHOBIYAH
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Jabir bin Abdullah r.a. berkata, "Kami berperang bersama Rasulullah saw, kaum muhajirin berkumpul bersama Rasulullah saw. sehingga mereka banyak. Dalam rombongan muhajirin ada seorang lelaki yang suka berkelakar. Ia memukul pantat seorang anshar. Maka marah besarlah orang anshar itu sehingga keduanya saling memanggil temannya. Si anshar berteriak, 'Hai orang-orang anshar!' Sedang si muhajirin berseru, 'Hai orang-orang muhajirin!' Maka Rasulullah saw. pun keluar dan berkata, 'Mengapa harus ada seruan ahli Jahiliyah? Kemudian Rasulullah saw. bertanya, 'Ada apa gerangan dengan mereka?' lalu diceritakan kepada beliau tentang seorang muhajirin yang memukul pantat seorang anshar. Maka Rasulullah saw. bersabda, 'Tinggalkanlah seruan Jahiliyah itu karena ia amat buruk'!" (HR Bukhari [3518]).
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah telah menghilangkan dari kamu berbangga-bangga dri ala jahiliyah dan berbangga-bangga dengan nenek moyang. Sesungguhnya diantara kalian ada yang mukmin lagi bertakwa dan ada yang fasik lagi celaka, kalian adalah anak keturunan Adam dan Adam diciptakan dari tanah. Hendaklah mereka meninggalkan kebiasaan membangga-banggakan golongan. Karena mereka hanyalah bara dari bara-bara api neraka atau mereka akan menjadi lebih hina dari pada seekor serangga yang mendorong kotoran dengan hidungnya," (Hasan, Abu Dawud [5116]).
 
"Barangsiapa berbangga-bangga dengan slogan-slogan jahiliyah, maka suruhlah ia menggigit kemaluan ayahnya dan tidak usah pakai bahasa kiasan terhadapnya," (Shahih, HR Bukhari dalam Adabul Mufrad [963]).

by : Syawaldin Ridha
Share:

28 August 2010

SN229 - YA ALLAH! DEMI RAMADHAN YANG MULIA INI, ENGKAU HANCURKANLAH ...

[SN229] Tatkala kita diuji oleh Allah SWT dengan sedikit kelaparan dan dahaga di bulan Ramadhan yang mulia ini, sedarkah bahawa sebahagian dari saudara-saudara kita di seluruh dunia menerima ujian yang jauh lebih hebat dari kita? Di Pakistan sebagai contoh, banjir besar yang melanda negara itu telah meranapkan ribuan rumah, tanaman, kenderaan dan harta-benda lainnya. Ribuan nyawa juga telah terkorban dan jutaan yang lain sedang menanggung pelbagai penderitaan akibat kekurangan air bersih serta makanan, ubat-ubatan, wabak penyakit dan pelbagai lagi. Namun para pemimpin Pakistan masih berada dalam keadaan serba mewah, malah mereka kini sedang bertelagah sesama sendiri untuk mengagihkan dana bantuan dari luar yang mencecah USD500 juta, sedangkan dalam masa yang sama ratusan ribu rakyatnya masih tidak menerima sebarang bantuan. Sungguh, derita umat ini tidak pernah berhenti, malah bertambah parah dari hari ke hari akibat tindakan para pemimpin mereka yang rakus dan penuh kejahatan.

Di samping Pakistan, begitulah juga dengan para pemimpin umat Islam di negara-negara bergolak lainnya seperti Palestin, Iraq, Kashmir, Afghanistan dan lain-lain. Para pemimpin yang ada hanyalah hamba kepada Amerika, ketundukan dan kepatuhan mereka hanyalah kepada Amerika, malah mereka hidup hanyalah untuk berkhidmat kepada kuffar Amerika dan untuk memuaskan hawa nafsu syaitan mereka. Para pemimpin jahat ini sudah tidak lagi takutkan Allah seolah-olah mereka tidak akan berjumpa denganNya suatu hari nanti. Selain itu, umat Islam yang tinggal di negara yang nampak ‘aman’ pun, hakikatnya tidak ada lagi keamanan di situ kerana kejahatan dan kezaliman melampau para pemimpin yang memerintah. Umat Islam, khususnya para pengembang dakwah yang tinggal di Mesir, Arab Saudi, Turki, Algeria, Uzbekistan, Tajikistan dan lain-lain sudah tidak lagi dapat hidup dengan aman di negara sendiri di bawah pemerintahan para pemimpin yang mengaku beragama Islam. Sudah berapa ramai para pejuang agama Allah yang ditangkap, dimasukkan ke dalam penjara dan diseksa dengan kejam sehingga ada yang syahid di dalamnya. Apakah kesalahan mereka sehingga diperlakukan sedemikian rupa? Tidak lain hanya kerana mereka memuhasabah pemerintah yang zalim ini agar menerapkan Islam, maka ‘balasan’ bagi mereka adalah penjara dan seksaan.

Sesungguhnya kalian wahai saudaraku, kalian mengetahui akan hakikat kejahatan penguasa yang menangkap dan memenjarakan para pengembang dakwah ini. Namun lebih ramai dari kalian memilih untuk berpeluk tubuh dan berdiam diri menyaksikan ini semua. Demi Allah! Sesungguhnya haram untuk kalian berdiam diri menyaksikan kezaliman penguasa. Kalian hendaklah bangkit dan berjuang menghadapi mereka dan kalian wajib menukar rejim yang jahat yang tidak menerapkan Islam ini kepada sebuah Daulah Khilafah yang akan menerapkan Kitabullah dan Sunnah RasulNya. Sesungguhnya kewajipan ini terpikul di bahu kalian dan kalian berkuasa melakukan perubahan jika kalian mahu. Pilihan ada di tangan kalian sama ada untuk meraih kemuliaan dengan berjuang menegakkan agama Allah, atau terus kekal hina dalam noda dan dosa kerana berdiam diri dengan segala kekufuran dan kejahatan yang berlaku sekarang akibat tidak diterapkan hukum Islam oleh para pemimpin sekular yang ada. Hizbut Tahrir tidak dapat merubah keadaan kalian, namun kami senantiasa mengingatkan kalian agar berubah, kerana sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan kalian kecuali kalian sendirilah yang merubahnya. Kepada Allah kami memohon agar diberi kekuatan kepada kami di dalam perjuangan kami menegakkan agamaNya ini dan kepada Allah kami memohon agar diberi kekuatan kepada setiap pejuang agamaNya, khususnya dalam menghadapi para penguasa yang zalim hari ini. Dalam usaha kami menyedarkan umat Islam untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang dizalimi oleh penguasa di seluruh dunia, kami dengan ini memaparkan salah satu warkah yang kami terima dari pejuang Khilafah yang berada di Tajikistan dan kami menyeru kepada kalian wahai kaum Muslimin! Bangkitlah dari lena kalian dan bersegeralah menuju medan perjuangan demi menegakkan agama Allah dan seterusnya membebaskan saudara-saudara kita yang menderita di seluruh dunia.


Hizbut Tahrir Adalah Parti Politik Dan Para Syabab Yang Ditangkap Oleh Pemerintah Tajikistan Adalah Tahanan Politik


Bismillahirahmanirrahim

Sesungguhnya Hizbut Tahrir adalah parti politik yang ditegakkan atas firman Allah SWT,

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah daripada yang munkar. Dan merekalah orang-orang yang beruntung” [TMQ Ali Imran (3):104].

Matlamat Hizbut Tahrir adalah untuk mengembalikan semula kehidupan Islam dengan menegakkan kembali Daulah Khilafah Islamiyyah Ar-Rasyidah 'Ala Minhaj Nubuwwah. Hizb telah menetapkan thariqah (jalan) dalam perjuangannya iaitu dengan mengikuti thariqah Rasulullah SAW dalam meraih kekuasaan dan Hizb tidak akan menyimpang daripadanya walau sedikit pun. Aktiviti-aktiviti Hizb hanya terhad kepada melakukan penggulatan pemikiran dan perjuangan politik dan ia tidak terlibat dengan sebarang aktiviti fizikal (kekerasan) kerana aktiviti kekerasan adalah menyalahi thariqah Rasulullah SAW dalam meraih pemerintahan.

Hizbut Tahrir merupakan parti politik internasional yang bergerak di hampir 50 buah negara. Aktiviti-aktiviti yang dilakukan sejak Hizb ditubuhkan  pada tahun 1953 merupakan bukti nyata bahawa Hizb tidak sedikit pun keluar daripada thariqahnya. Hizbut Tahrir di Tajikistan juga mengikuti thariqah tersebut dan akan terus menerus melakukan penggulatan pemikiran dan perjuangan politik sehinggalah sampai kepada matlamatnya. Hizbut Tahrir di Tajikistan ingin mengingatkan bahawa Hizb adalah parti politik dan para syabab (pemuda)nya yang ditangkap oleh pemerintah Tajikistan adalah tahanan politik. Mereka ditangkap dan diseksa hanya kerana mereka berpegang teguh kepada akidah Islam mereka. Aktiviti-aktiviti yang dilakukan oleh Hizb di Tajikistan sejak 15 tahun yang lalu (yang tidak pernah terlibat dengan kekerasan) merupakan bukti yang jelas terhadap apa yang kami perkatakan.

Disebabkan kejahatan rejim pemerintahan Tajikistan, mereka telah memperlakukan para syabab Hizb yang ikhlas ini, yang juga merupakan putera-putera umat dan putera bumi ini dengan mengenakan penindasan serta seksaan yang kejam sejak tahun 1999 sehinggalah sekarang. Presiden Rahmanov dan konco-konconya didukung secara langsung ataupun tidak langsung oleh para ulama yang telah menjual agama mereka dengan dunia ini. Media-media di dalam dan di luar negara seperti Radio Azadi, BBC, akhbar Al-Millah dan lain-lain serta organisasi yang disebut sebagai pemelihara hak asasi manusia (HAM) seperti ‘Organisasi HAM’ dan ‘Wakil PBB’ di Tajikistan, kesemuanya telah membantu orang-orang yang zalim itu dalam melakukan jenayah melalui sikap mereka yang berdiam diri dan tidak mengambil peduli.

Syabab Hizbut Tahrir yang ikhlas dizalimi, diseksa dan ditahan bertahun-tahun lamanya hanya disebabkan oleh pemikiran dan akidah Islam yang mereka miliki. Yang menghairankan, para hakim, para pendakwaraya, para peguam dan para pembela HAM,  pihak media massa dan masyarakat kesemuanya mengetahui bahawa tuduhan-tuduhan yang dikenakan ke atas syabab Hizb hanyalah tuduhan palsu yang tidak berasas dan direka-reka, tetapi mereka hanya berdiam diam tidak melakukan apa-apa. Sejak 10 tahun yang lalu, lebih daripada 300 orang syabab Hizbut Tahrir telah dipenjarakan selama bertahun-tahun dan mereka telah meringkuk dengan tempoh yang lama dalam tahanan. Dalam tempoh tersebut, lebih daripada 10 orang syabab Hizb telah syahid di balik tembok keselamatan dan penjara di negara ini. Dan hari ini, hampir 300 orang syabab Hizb baik lelaki mahupun wanita sedang menghabiskan tempoh tahanan mereka hanya disebabkan oleh pemikiran dan akidah Islam yang mereka perjuangkan. Semoga Allah memberi mereka kesabaran dan ganjaran yang terbaik.

Terhadap Presiden Rahmanov dan konco-konco penjenayahnya, kami ingin memberi amaran bahawa setiap individu, kumpulan atau negara yang memerangi Islam dan para pendakwahnya akan pasti diminta pertanggungjawaban atas tindakan mereka di hadapan Khalifah ar-Rasyidah yang akan datang dengan izin Allah serta akan diberi balasan yang setimpal sesuai dengan ketentuan syarak. Sesungguhnya Rasul SAW (ketika Fathul Makkah) pernah memerintahkan agar dibunuh orang-orang seperti ini, meskipun mereka bergantung pada kain kelambu Ka’bah. Malah, pada Hari Pembalasan (Kiamat), mereka akan menerima seksaan yang teramat pedih. Hendaklah mereka menghentikan kejahatan dan jenayah mereka sebelum terlambat, dan mohonlah keampunan kepada Allah dan bertaubatlah kepadaNya. Mudah-mudahan ada salah seorang daripada orang-orang yang mereka zalimi itu sudi memberi keselamatan ke atas diri mereka di hari Kiamat kelak.

Di bawah ini adalah senarai (nama) syabab Hizbut Tahrir yang sedang menderita di dalam penjara Tajikistan. Kami paparkan agar umat Islam mengetahui siapakah wira mereka, agar mereka bangkit dan bertindak ke atas orang-orang yang zalim tersebut. Kami ingin mengingatkan kepada si Presiden dan rakan-rakan penjahatnya itu agar mereka tahu bahawa segala seksaan dan tahanan yang dikenakan itu tidak akan sekali-kali menghapus atau memutuskan usaha dakwah anggota-anggota Hizb. Sudah berapa ramai anggota Hizb yang meringkuk bertahun-tahun lamanya dalam penjara kerana ditangkap berkali-kali, namun mereka tetap teguh meneruskan usaha dakwah mereka bersama Hizb.

Wahai kaum Muslimin! Kami paparkan nama-nama ini kepada kalian agar di hadapan Allah kelak, kalian tidak memiliki hujah kenapa kalian berdiam diri terhadap penguasa-penguasa yang zalim. Kami ingin mengingatkan putera-putera Islam yang ikhlas terhadap sabda Rasul SAW,

“Dan (hendaklah) kalian mencegah tangan orang yang zalim, dan kalian meluruskannya atas kebenaran dan kekal di atas kebenaran, atau Allah menjadikan hati sebahagian daripada kalian bermusuhan dengan sebahagian yang lain. Kemudian Dia melaknat kalian sebagaimana Dia melaknat mereka (orang-orang yang zalim itu)”.

Kami juga ingin mengingatkan kalian dengan sabda Rasul SAW,

“Jika engkau melihat umatku takut untuk memanggil orang zalim dengan mengatakan kepadanya ‘kamu zalim’, maka sungguh dia (orang yang takut itu) telah terpisah dari mereka (umat Islam)”.


Sesungguhnya syabab (para pemuda) dan syabat (para pemudi) Hizbut Tahrir telah berjanji kepada Allah untuk meneladani Rasulullah yang mulia, sepertimana yang dinyatakan di dalam hadis ketika kaum Quraisy ingin menjauhkan Rasulullah dari Baitul Haram, baginda lalu bersabda,

“Demi Allah, aku akan terus bersungguh-sungguh memperjuangkan sesuatu yang dengannya Allah telah mengutusku, sehingga Allah memberi kemenangan atau aku binasa”.

Sesungguhnya kami yakin kepada janji Allah,

“Janji Allah, Allah tidak akan mengingkari janjiNya. Akan tetapi ramai manusia yang tidak mengetahui”
[TMQ ar-Rum (30):6].

“Allah telah menetapkan,’Aku dan Rasul-rasulKu pasti menang’. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa” [TMQ al-Mujadalah (58):21].

Berikut adalah senarai syabab Hizbut Tahrir yang sedang dizalimi dalam penjara Tajikistan ketika ini:-

1. Shariiova Nasseibah 2. Rahmanova Dellnarah 3. Colmatova Saadat  4. Ohrarov Shohrat 5. Jamshed Ohrarov 6. Abdakadirov Maqsood 7. Zinedine Abdalohabov 8. Abdalkhalqov Ahmadjan 9. Abdalnzerov Mizrab 10. Abdrahimov Ghaffar 11. Abdrahmanov Akmal 12. Abdrahmanov Juma Bai 13. Abdahamidov Saber 14. Aoazov Mansorjan 15. Azimov Murat Devlet 16. Alakbarov Akmal 17. Aliyuv Sharif Allah 18. Alimov Mubeen 19. Ali Sher 20. Onorov Mirzatahir 21. Ohdjan 22. Akhmedov Azam 23. Asrafov Anwar 24. Achorauv Baharuddin 25. Bykov Shams al-Din 26. Berdieov Bakhtiyar 27. Babaiov Islam 28. Babaiov Esmatullah 29. Papakhanov Salam 30. Babajanov Naseem 31. Babaganov Nemat Jan 32. Baitov Shukar Ali 33. Wahabov Azmat 34. Wahidov Mohammed 35. Gafoorov Abdul Malik 36. Ghaziiov Bahram 37. Ghaziiov Ma'roof 38. Davlatov Mohkam 39. Davlatov Hidayat ullah 40. Dadabaiov Naeem Jan 41. Dadabaiov Noureddine 42. Dadabaiov Jamshed 43. Dadabaiov Sheriff Jan 44. Dadakhugyaov Bakhtiyar 45. Zakirov Ghulam Jan 46. Zahidov Ali Jan 47. Zahidov Azeem 48. Ebadllaeov Mohiuddin 49. Ibraheem 50. Ikramov Hasan 51. Ismailov Ahad 52. Ishakov Abdul Rahim 53. Iischof Bahadur 54. Kalanov Ibrahim 55. Karimov Kamil 56. Kinjaov Shaker 57. Kamilov Fadel 58. Qayyumov Kamal al-Din 59. Kadirov Mukhtar 60. Kadirov Nasrallah 61. Kadirov Aalam 62. Rustam Kadirov 63. Kadirov Shakir 64. Karamirezaiov Erkin 65. Kasimov Firqat 66. Quwwatov Abdulrazzaq 67. Kurbanov Akbar 68. Kurbanov Amrullah 69. Kurbanov Daulatyaar 70. Qozibaiov Sultan 71. Kurbanov Aalam 72. Kurbanov Shawkat 73. Qohqarov Azam 74. Qouchmradov Ojqhornbek 75. Lateefov Ahraar 76. Lateefov Bahadur 77. Madamrv Noureddine 78. Mamadaliyuv Farhad 79. Mamadaliyuv Khairallah 80. Mamatov met 81. Ismail Mamedov Baig 82. Mamedov locked Baig 83. Mansurov Raoshan 84. Mansoor Jan 85. Mahmudov Kamal al-Din 86. Mahmudov Hashim Jan 87. Mirzabaiov Saber 88. Mirzakhanov Mirzabahram 89. Meer Bashayov Ilham 90. Mirkalov Ilham 91. Meer Jamal 92. Muradov Khalek 93. Muradov Ilham 94. Muradov Irali 95. Mustafayov Mamoor 96. M Rahimov Jamaluddin 97. Mohammediyov Fakhr uddin 98. Mohammed Qolov Obaidullah 99. Mohammed Rasool 100. Muminov Juma Nazar 101. Nazarov Qahraman 102. Nazirov Ahrar 103. Nazir Jan 104. Najeemov Sahab 105. Nikmatov Dalerkhan 106. Nikmatov Abdul Wahid 107. Nasirov Syed Kamal 108. Normatov Farhad 109. Noorav Taalib 110. Noorov Himmat 111. Aqilov Qahraman 112. Articov Ahmad Jan 113. Ashilov Abdul Lateef 114. Ashilov Abdul Sattar 115. Ashilov Abdul Samad 116. Barbieov Ikram 117. Biermatov Abdullah 118. Balvanov Kamil Jan 119. Razzakov Abdul Mannan 120. Rahimov Khurshid 121. Rahmatov Abdul Ghaffar 122. Rahmatov Hussain Bhai 123. Rahmanov Saleh 124. Rajab Ali 125. Razkov Abdul Rasoul 126. Rustamov Murad Jan 127. Syed Ahmedov Zakir Khan 128. Saidbekov Naseem 129. Said Farrukh Akhtarov 130. Saidov Qasim 131. Salamov Dilshad 132. Salah uddinov Kamal Khan 133. Sanjinov Aadil 134. Sattarov Akram 135. Sattarov Anwar 136. Saliyuv Zakir 137. Saliyuv Sahab 138. Soanicolov Tersenmurad 139. Sultanov Faizullah 140. Sohrab 141. Tajibaiov Shaukat 142. Tordieov Murad 143. Oolgyaov Israel 144. Umarov Mamedhah 145. Umarov Shohrat 146. Omorov Mohammadi 147. Amorov age 148. Aoreenbaov Ibrahim 149. Aouraqov Majeed 150. Usmanov Rahmat ullah 151. Khalqov Sabit 152. Khalqov Shohrat 153. Khalqov Khair 154. Khalqcolov Sattar 155. Khwajayov Bakhtawar 156. Hajimtov Ismail 157. Hakeemov Meer Said 158. Hakeemov Sultan Bey 159. Hakeem Janov Abdulrazzaq 160. Hafeezo Yusuf Jan 161. Haji Bayov Rustam 162. Jalilov Abdul Rauf 163. Jalilov Daulat 164. Jalilov Daulat 165. Jalilov Majeed 166. Jamaluddinov Abdul Malik 167. Jamshed 168. Sharifov Shohrat 169. Shahi mardanov Ziadullah 170. Ilemradov Hmrah 171. Yunusov Abdul Mannan 172. Yunusov Mansour 173. Sabir Yunusov 174. Yusuf Yunusov 175. Yusufov A Wali 176. Yusufov Jan 177. Yousefjanov Shohrat 178. Yahyaiov Noureddine...Dan lain-lain.

Hizbut Tahrir Tajikistan
21 Sya’ban 1431H
2 Ogos 2010M 
 
 
 
Share:

23 August 2010

SN228 - BUANG BAYI - NATIJAH DARI DIBUANGNYA HUKUM ALLAH!

[SN228] Sudah tidak terkata! Itulah keluhan sesetengah pihak apabila membaca berita pembuangan bayi yang semakin menjadi-jadi sekarang ini. Menurut statistik rasmi, sejumlah 472 kes buang bayi dilaporkan sejak 2005 sehinggalah ke Ogos 2010. Daripada jumlah tersebut, Pengarah Jabatan Siasatan Jenayah Bukit Aman, Datuk Seri Mohd Bakri Mohd Zinin mengatakan bahawa 214 bayi yang ditemui masih hidup manakala 258 lagi sudah meninggal [UM16/08/10].
Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Razak dalam reaksi kepada isu yang semakin serius ini menegaskan bahawa kerajaan membuat keputusan untuk mengenakan hukuman mati ke atas pihak yang terbabit dengan kes kejam ini. Beliau turut mengatakan bahawa punca sebenar permasalahan ini adalah dari bidang pendidikan. Dan penyelesaiannya juga turut membabitkan sektor tersebut. Bagaimanapun, Najib menyerahkan isu ini kepada pihak polis dan Peguam Negara bagi menangani hukuman bagi pesalahlaku terbabit di bawah Seksyen 302 Kanun Keseksaan yang jika sabit kesalahan boleh dikenakan hukuman mati mandatori. Daripada menteri hinggalah kepada pelajar-pelajar sekolah, banyak pihak yang memberikan respons terhadap isu ini dengan pelbagai bentuk cadangan dan penyelesaian menurut akal masing-masing. Namun seperti biasa, cadangan yang diberikan itu adalah lebih kepada bentuk ‘merawat’ daripada ‘mencegah’. Jika ada pun cadangan untuk mencegah, maka cadangan-cadangan lapuk jualah yang sering diulang-ulang yang terbukti tidak pernah menyelesaikan masalah tersebut. Dan jika ada cadangan baru sekalipun, kebanyakannya tidak pernah keluar dari kepompong berfikir sekular yang memisahkan agama dari pemerintahan negara.

Beberapa bulan lalu kita dihidangkan dengan penyelesaian ‘baby-hatch’ yakni sebuah tempat yang disediakan khas kepada mereka yang ingin membuang bayi. Idea ‘canggih’ ini ditiru dari cara berfikir orang-orang kafir dari negara Jerman dan Jepun. Hasilnya, setakat ini sudah ramai bayi yang selamat ‘dibuang’ di sini. Justeru, bagi pasangan yang telah atau ingin berzina atau sesiapa sahaja yang ingin membuang anak, sudah tidak lagi perlu risau kerana adanya baby-hatch sebagai tempat ‘pembuangan yang sah’ dan diiktiraf oleh kerajaan. Dengan kata lain, siapa sahaja yang telah berzina dan mengandung dan hendak membuang anaknya, ‘dipersilakan’, cuma buanglah di tempat yang telah disediakan, jangan buang merata-rata. Selain itu, untuk penzina wanita sama ada yang hamil atau tidak, mereka juga tidak perlu risau kerana telah ada banyak pusat-pusat perlindungan untuk mereka, antaranya ialah Raudhatus Sakinah, Rumah Perlindungan Wanita Gombak, Kem Modal Insan Kewaja dan lain-lain. Majlis Agama Islam Selangor juga menyediakan Pusat Pemulihan Akidah dan Rumah Perlindungan Wanita Baitul Ehsan. Manakala Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) pula mempunyai Pusat Perlindungan Wanita Taman Seri Puteri, Cheras. Banyak lagi cadangan dan ‘langkah-langkah penyelesaian’ lainnya yang telah dan sedang diambil yang tidak perlulah kita bincangkan di sini satu per satu. Pokoknya, kebanyakan langkah yang diambil hanyalah untuk ‘mengubati’ simptom, bukannya untuk mencegah ‘punca’ berlakunya pembuangan bayi dan langkah-langkah itu pula diambil berlandaskan akal tanpa merujuk kepada hukum Islam sedikitpun!

Antara Mencegah Dan Merawat

Apabila kita membincangkan isu pembuangan bayi, kita sebenarnya tidak dapat lari dari membincangkan isu perzinaan. Secara logiknya dan juga terbukti dari segi statistik bahawa pembuangan bayi lebih banyak dilakukan oleh pasangan kekasih yang berzina dan apabila ‘si betina’ mengandung, lantas tidak sanggup menanggung malu dan pelbagai risiko lainnya, maka jalan mudah adalah dengan membuang atau membunuh bayinya sendiri. Boleh dikatakan mustahil bagi pasangan suami isteri untuk membuang anak. Anak yang terhasil dari pernikahan yang sah adalah anak yang lahir dari hubungan kasih sayang antara suami isteri dan tidak mungkin mereka akan membuang bayi mereka. Begitu juga jika seseorang perempuan hamil kerana dirogol. Perempuan yang dirogol tidak menanggung ‘malu’ sebagaimana yang ditanggung oleh perempuan yang berzina. Justeru tidak ada sebab untuk mereka membuang bayi mereka. Oleh itu, kita boleh membuat kesimpulan mudah bahawa sebahagian besar dari kes pembuangan bayi adalah disebabkan oleh pasangan yang berzina. Apa yang lebih menakutkan kita adalah terdapat pasangan yang berzina ini yang terdiri dari golongan remaja seawal peringkat persekolahan.

Inilah antara punca utama kes pembuangan bayi ini di mana manusia telah membuang hukum Allah dari kehidupannya. Tambahan pula, penyelesaian yang diambil oleh pihak kerajaan lebih menekankan kepada kaedah ‘rawatan’, bukannya ‘pencegahan’. Tindakan ‘merawat’ ini hakikatnya tidak akan menyelesaikan masalah, sebaliknya akan terus menyebabkan ia berulang dan berulang. Ia tidak akan pernah tuntas kerana tidak dibendung dari ‘punca’nya. Metod rawatan ini juga, di samping gagal dan tidak bertepatan dengan syarak, ia menelan belanja yang tidak sedikit kerana melibatkan pelbagai bentuk penyelidikan, pelaksanaan dan pemantauan yang berterusan. Walhal, satu-satunya penyelesaian sebenar kepada setiap permasalahan adalah dengan kembali kepada Islam. Dalam ruangan yang serba terbatas ini, kami cuba memperjelaskan sepuluh perkara yang diajar oleh Islam di dalam mencegah dan mengubati gejala sosial yang sudah tidak terbendung oleh sistem kufur pada hari ini:-

Pertama: Keimanan individu. Keimanan yang dimaksudkan di sini ialah seseorang Muslim itu, dengan akidah Islam yang ada di dalam dirinya, semestinya tahu dan meyakini bahawa tujuan hidupnya di dunia adalah semata-mata untuk mematuhi perintah dan larangan Allah. Justeru, apabila Allah melarangnya untuk berzina atau mendekati zina, maka dia akan terus menjauhinya kerana akidahnya telah menetapkan bahawa hal ini adalah haram. Jika dia beriman kepada Allah, maka akan terjauhlah segala kemaksiatan dari dirinya.

Kedua:  Hukum menundukkan pandangan. Allah SWT memerintahkan agar masing-masing baik lelaki mahupun wanita menundukkan pandangan mereka ketika bergaul dalam suatu keadaan yang diperbolehkan oleh syarak. Allah SWT berfirman, “Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menahan (menundukkan) pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka...Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menahan (menundukkan) pandangan mereka (daripada memandang yang haram)...” [TMQ An-Nur (24):30-31]. Apabila masing-masing dari lelaki dan wanita bertakwa kepada Allah dan mematuhi perintah Alllah untuk menundukkan pandangan, maka syahwat yang berasal dari pandangan (mata) dapat dihindari. Jika pandangan sudah dapat ditundukkan, maka Insya Allah zina sudah pasti dapat dijauhi oleh seseorang itu.

Ketiga: Hukum menutup aurat. Islam mengajar hukum menutup aurat dengan terperinci untuk lelaki dan juga wanita. Islam memperjelaskan satu persatu hukum berkenaan aurat di dalam kehidupan khusus (di dalam rumah) dan juga kehidupan umum (di luar rumah). Sekiranya aurat ditutup sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah, maka syahwat lelaki mahupun wanita akan secara automatik terhindar atau tertutup. Aurat yang tertutup dapat menghindari atau mengurangkan daya tarikan dan gangguan seksual yang menjadi salah satu faktor kepada perbuatan zina atau rogol. Di samping hukum Allah (ke atas individu) untuk menutup aurat, Negara pula wajib mengenakan uqubat (hukuman) berupa ta’zir ke atas sesiapa sahaja yang membuka auratnya di tempat awam.

Keempat: Haramnya khalwat dan ikhtilat (percampuran). Islam membenarkan lelaki dan perempuan bergaul di dalam kehidupan umum seperti membeli-belah, belajar, melakukan kontrak dan seumpamanya, namun kesemua ini ada batasnya. Islam mengharamkan lelaki dan wanita berada berdua-duaan tanpa disertai mahram (berkhalwat). Islam juga mengharamkan ikhtilath (percampuran bebas) di antara lelaki dan perempuan. Pada hari ini, khalwat dan pergaulan bebas antara dua lawan jenis ini langsung tidak disekat oleh pemerintah sekular yang ada dan sudah menjadi fenomena biasa di mana-mana sahaja baik di dalam rumah, apatah lagi di tempat-tempat awam. Hal inilah yang menyumbang kepada perzinaan apabila syahwat manusia sering dirangsang dengan pergaulan tanpa batas umpama haiwan ini. Di samping mengharamkan khalwat dan ikhtilath, Islam merincikan lagi batas-batas komunikasi antara lelaki dan perempuan di mana perempuan diharamkan bercakap dalam bentuk manja atau menggoda terhadap lelaki. Negara pula akan menangkap dan mengenakan uqubat ke atas mereka yang berkhalwat dan bergaul bebas yang jelas-jelas menyalahi Islam ini. Uqubat (oleh Negara) di peringkat awal lagi ini sudah pasti akan dapat mencegah atau mengurangkan kes perzinaan.

Kelima: Haramnya pornografi, baik berbentuk gambar mahupun video dan haramnya aktiviti pelacuran. Pemodenan yang berlaku hari ini telah mewujudkan sebuah ‘industri seks’ di seluruh dunia dengan sarang pelacuran, video-video dan gambar-gambar lucah yang boleh didapati dengan mudah, malah kesemua ini ‘sah’ di beberapa buah negara. Hasil dari kajian dan realiti menunjukkan bahawa kesemua kekejian ini telah menyumbang kepada berleluasanya aktiviti perzinaan di mana ramai individu menjadi ketagih seks disebabkan selalu menonton video lucah yang mudah di dapati di internet. Islam mengharamkan pornografi dan pelacuran dengan jelas yang sekaligus menjauhkan seseorang dari rangsangan perzinaan. Negara akan menyekat segala aktiviti pelacuran dengan serius, menyekat kemasukan dan pengedaran kesemua bahan lucah dan jika ada pihak yang masih berdegil melakukannya, maka uqubat akan dikenakan ke atasnya.

Keenam: Sistem pendidikan Islam. Kita semua tahu bahawa sistem pendidikan memainkan peranan penting untuk membentuk generasi muttaqin dan kita semua tahu bahawa sistem pendidikan sekular hari ini telah terbukti merosakkan anak-anak umat Islam dan berjaya melahirkan ramai penzina di kalangan pelajar. Polisi pendidikan seharusnya dibina atas akidah Islam yang bertujuan untuk melahirkan individu yang mempunyai syakhsiyyah Islam baik dari segi pola fikir mahupun pola jiwa yang Islami, bukannya dicedok atau diwarisi dari sistem kuffar penjajah. Selain pendidikan dalam ilmu kehidupan (akademik) seperti sains, matematik, geografi, kemahiran dan seumpamanya, para pelajar mesti ditanam dengan pengetahuan Islam (akidah dan syariat) dan tsaqafah Islam dengan baik. Dalam proses pendidikan Islam, pelajar lelaki adalah terpisah dari pelajar wanita, di mana pemisahan ini sudah tentu akan menjauhkan rangsangan syahwat di antara kedua lawan jenis ini, yang seterusnya dapat menghindari dari terjadinya perzinaan.

Ketujuh: Peraturan dan prosedur pernikahan dan perceraian yang betul dan mudah. Sesebuah pernikahan di dalam Islam dikira sah apabila memenuhi rukun dan syaratnya. Rasulullah SAW menggalakkan umatnya untuk berkahwin dan menggalakkan wanita agar meletakkan mas kahwin yang memudahkan pasangannya untuk membayarnya. Prosedur yang mudah tentunya dapat menenangkan jiwa pasangan yang ingin bernikah sekaligus dapat mengawal gharizah nau’ (naluri seksual) yang ada pada pasangan yang ingin berkahwin. Berbeza dengan undang-undang yang ada pada hari ini yang amat menyukarkan pasangan yang ingin bernikah apatah lagi untuk bercerai. Mas kahwin (yang biasanya ditetapkan oleh keluarga) yang tinggi juga turut memainkan peranan menyebabkan ramai ‘pasangan’ tinggal lama dalam hubungan percintaan (baca: maksiat) sehingga menyebabkan mereka mengambil ‘jalan mudah’ untuk melampiaskan naluri masing-masing dengan melakukan perzinaan.

Kelapan: Kemudahan poligami. Poligami adalah hak yang Allah SWT berikan kepada lelaki/suami. Adapun kedudukan undang-undang pada hari ini telah menyekat atau menyukarkan pelaksanaan hak yang Allah berikan ini dengan pelbagai syarat dikenakan ke atas lelaki yang ingin berpoligami. Seringkali kita mendengar kes suami yang bermain kayu tiga, yang nyatanya terhasil dari kesukaran proses untuk berpoligami. Kita tidak menafikan kesalahan dan dosa si suami yang bermain kayu tiga, cuma apa yang ingin ditekankan di sini adalah undang-undang yang ada pada hari ini telah ‘menyumbang’ kepada meningkatnya kes perzinaan oleh mereka yang tidak dapat menahan nafsu seksnya yang ‘disekat’ oleh peraturan poligami yang ketat. Walhal, Islam membolehkan poligami tanpa syarat-syarat sebagaimana yang dikenakan oleh kerajaan sekular pada hari ini.

Kesembilan:
Pelaksanaan sistem ekonomi Islam. Sistem ekonomi yang digunapakai oleh negara cukup besar peranannya dalam memastikan kemakmuran hidup rakyat. Penerapan sistem ekonomi Kapitalisme oleh pemerintah sekular telah terbukti mengkucar-kacirkan kemakmuran manusia yang turut memberi impak ke atas sosiologi sesebuah negara. Pemerintah hari ini memerintah untuk mengaut sebanyak mungkin keuntungan untuk diri sendiri dan kroni di mana darah rakyat dihisap sehabis-habisnya. Berbeza dengan sistem Islam di mana pemerintah wajib mengagihkan kekayaan negara kepada rakyat, apatah lagi kepada rakyat yang memerlukan, termasuklah di dalam keperluan perkahwinan. Contoh terbaik adalah bagaimana Khalifah Umar bin Abdul Aziz membantu memudahkan lagi urusan perkahwinan rakyatnya dengan menyediakan mas kahwin (dari Baitul Mal) kepada kaum lelaki yang tidak mampu dari segi kewangan. ‘Keindahan’ ini tidak akan wujud dalam sistem sekarang di mana pemerintah hanya rakus berkuasa dengan menyedut segala kekayaan rakyat tanpa langsung mempedulikan masalah rakyat.

Kesepuluh: Penerapan hukum Islam secara kaffah (menyeluruh) oleh negara yang termasuk di dalamnya hukum uqubat (jinayat, hudud, ta’zir dan mukhalafat). Di dalam keadaan kesembilan ‘langkah pencegahan’ di atas berjalan (diterapkan) di dalam negara mengikut ketentuan Islam, namun jika tetap juga terjadi perzinaan, maka negara akan menerapkan pula hukum hudud ke atas penzina, sesuai dengan firman Allah, “Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina, hendaklah kamu sebat tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali sebat; dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan belas kasihan terhadap keduanya dalam menjalankan hukum Allah, jika benar kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat; dan hendaklah disaksikan hukuman seksa yang dikenakan kepada mereka itu oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman” [TMQ An-Nur (24): 2]. Di dalam sejarah penerapan hukum Islam, kita mendapati bahawa kebanyakan penzina yang dihukum adalah akibat dari pengakuan mereka sendiri. Ini menunjukkan kepada kita akan kesedaran dan ketakwaan mereka terhadap Allah. Mereka tidak sanggup menerima hukuman yang lebih berat di akhirat, justeru mereka memilih untuk dihukum di dunia sebagai jawabir (penebus/penghapus) dosa mereka. Uqubat Islam juga bertindak sebagai zawajir (pencegah) manusia dari melakukan kemaksiatan kepada Allah. Ini kerana dengan hukuman yang dilakukan di tempat terbuka dan disaksikan oleh sekumpulan orang, maka sudah tentu ia akan menakutkan dan mencegah orang lain (dan si pelaku sendiri) dari melakukan kesalahan yang sama.

Khatimah

Wahai kaum Muslimin yang merindukan syariah dan kehidupan Islam! Ketahuilah bahawa punca utama kepada semua masalah ini adalah kerana umat Islam telah membuang hukum Allah dari kehidupannya. Kita menyaksikan berapa ramai dari individu Muslim yang telah membuang hukum Allah dari dirinya. Masyarakat pula turut membuang hukum Allah dalam kehidupan bermasyarakat. Dan yang lebih buruk dari semua itu adalah pemerintah yang membuang hukum Allah dari pemerintahan negara. Natijah dari dibuangnya hukum Allah ini, maka kita menyaksikan pelbagai kerosakan di dalam negara yang tidak kunjung padam. Pemerintah pada hari ini bukan sekadar tidak mahu menerapkan hukum Allah, malah jika kita memuhasabah mereka untuk menerapkan hukum Islam, kita pula yang akan dipersalahkan dan akan dianggap sebagai penjenayah dan akan ditangkap. Sesungguhnya kita amat-amat memerlukan penerapan sistem Islam di dalam negara. Namun kesemua ini sudah pastinya suatu yang sangat berat untuk dilaksanakan dalam negara sekular seperti Malaysia, tambahan pula di bawah kepimpinan mereka yang jahil dan telah berkarat hatinya. Justeru, apakah kalian masih mengharapkan sisa-sisa hidup kalian untuk terus dibelenggu dengan undang-undang dan sistem kufur buatan manusia? Ayuh kita kembalikan semula Daulah Khilafah yang akan menerapkan hukum Allah dan RasulNya. Kita berusaha sedaya upaya di samping sentiasa memohon pertolongan dari Allah agar Daulah Islam ini segera berdiri di masa hayat kita agar kita dapat menyaksikan segala keindahan Islam. Amin ya Rabbal alamin.
Share:

20 August 2010

Kiat Mendapatkan Lailatul Qadar bagi Muslimah yang sedang Haid & Nifas

Oleh. Dra. Rahma Qomariyah, M.Pd.I[1]

Ramadlan adalah bulan yang dinanti-nanti kaum muslimin. Tidak ada seorangpun ingin melewatkannya tanpa mengisi dengan ibadah.Ramadlan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda sebagai ganjaran ibadah hamba-Nya. Rasulullah bersabda yang artinya: ...siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan sunnah, maka akan diberi pahala sama dengan melaksanakan amalan fardlu di bulan yang lain. Dan siapa saja yang melaksanakan kewajiban di bulan Ramadlan, maka
akan mendapat pahala 70 kali[2].

Pada bulan Ramadlan ada malam yang mulia dan istimewa, yaitu satu malam yang nilainya lebih baik baik dari 1000 bulan. Firman Allah surat al Qadr; 1-3:

إِنّا أَنزَلنٰهُ فى لَيلَةِ القَدرِ ﴿١﴾ وَما أَدرىٰكَ ما لَيلَةُ القَدرِ ﴿٢﴾ لَيلَةُ القَدرِ خَيرٌ مِن أَلفِ شَهرٍ ﴿٣﴾

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan[3]

2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?

3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Maksud satu malam itu lebih baik dari pada 1000 bulan adalah beramal shaleh pada malam itu lebih baik dari pada beramal shaleh seribu bulan di bulan yang lain[4]. Sementara seribu bulan itu setara dengan 83 tahun 4 bulan. Padahal menurut Rasulullah umur umatnya rata-rata 60 tahun sampai 70 tahun, dan sedikit yang diatas 70 tahun. Itupun belum tentu kita mampu menggunakan secara efektif untuk beribadah. Bisa jadi diantara kita ada yang memulai ibadah secara benar sejak umur 15 tahun atau 20 tahun. Bahkan ada yang telat, baru beribadah, yaitu melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, setelah sudah tumbuh uban di kepala. Jadi baru sadar bahwa manusia membutuhkan ibadah kepada Allah setelah ada sinyal yang senantiasa mengingatkannya bahwa dia sudah tua.

Lailatul Qadar diturunkan Allah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Karenanya Rasulullah pada waktu tersebut mengintai dan memburunya. Beliau semakin menggiatkan ibadahnya untuk mendapatkan Lailatul Qadar.

Mengingat keistimewaan malam Lailatul Qadar yang luar biasa itu, tentu kaum muslim ingin mendapatkannya. Termasuk muslimah juga tidak mau ketinggalan, padahal belum tentu pada sepuluh hari terakhir dia dalam keadaan suci. Karenanya kita harus mengetahui bagaimana kiat mendapatkan Lailatul Qadar, sementara kita dalam keadaan haidl atau nifas.

Secara umum kiat untuk memperoleh Lailatul Qadar adalah sebagai berikut: Menghidupkan malam pada sepuluh hari terakhir. Dari Aisyah, ia berkata:

ا ن النبى ص م اذا د خل العشرالاواخر احي اليل وايقظ اهله وشد المئزر

Bahwa Nabi Saw. Apabila sepuluh hari terakhir sudah masuk, maka beliau menghidupkan malam itu, membangunkan keluarganya dan mengikat sarungnya ( HR Ahmad, Bukhari-Muslim)

Dari hadits tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah senantiasa menghidupkan sepuluh hari terakhir Ramadlan, dan membangunkan keluarganya. Ada keterangan bahwa Rasulullah membangunkan anggota keluarganya, sekalipun mereka dalam keadaan haidl. Tujuannya untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah. Tentu saja bagi wanita yang haidl hanya melakukan ibadah yang dibolehkan baginya.

Bagi muslim dan muslimah menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah sebagai berikut:

1. i'tikaf[5]. Diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah beri'tikaf 10 hari terakhir Ramadlan sampai beliau wafat.

2. Shalat.

3. Membaca Al Qur'an. Para sahabat biasa mengkhatamkan Al Qur'an sehari semalam, diantaranya Ustman bin Affan, Tamim, Said dan Zubair selama Ramadlan [6].

4. Berdzikir, memohon ampun kepada Allah dan berdo'a. Dan do'a yang biasa dipanjatkan Rasulullah pada malam lailatul Qadar[7] adalah:

ا للهم انك عفو تحب العفو فاعف عنى

Ya Allah sesungguhnya Engkau maha Pemaaf, dan suka memaafkan, maka maafkan aku.

Adapun bagi Muslimah yang sedang haidl dan nifas, maka menghidupkan malam lailatul qadar dengan cara berdzikir, memohon ampun kepada Allah dan berdo'a. Wahai saudaraku, karena kita muslimah, tentu tidak bisa terus suci sepanjang Ramadlan. Karenanya jika dalam keadaan suci perbanyaklah ibadah yang mengharuskan ditunaikan dalam keadaan suci.


[1] Nara Sumber Radio pada Program Radio Cermin Wanita Sholihah, MMC- Muslimah HTI; Kandidat Doctor Pendidikan dan Pemikiran Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor.
[2] Ibn Huzaimah at Targhib II/217
[3] Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadar Yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran.
[4] Tafsir Jalalain, tafsir surat al Qadr ayat 3
[5] Bagi wanita yang sedang istihadlah(keluar darah penyakit) boleh beri'tikaf. Lihat Nailul Author bab i'tikaf
[6] at Tibyan fi Hamalah Al Qur'an, an Nawawi hlm. 47-48
[7] HR Ahmad, Ibn Majah dan Turmudzi dalam Fikih sunnah , Sayyid Sabiq, bab Lailatul Qadar

Sebarkan kesemua teman anda, semoga menjadi amalan sholeh

Share:

18 August 2010

SN227 - BERPOLITIK ADALAH WAJIB SEBAGAIMANA KEWAJIPAN BERPUASA

BERPOLITIK ADALAH WAJIB SEBAGAIMANA KEWAJIPAN BERPUASA

[SN227] Alhamdulillah kita telah pun memasuki bulan Ramadhan yang penuh rahmat dan keberkatan. Sepertimana tahun-tahun yang lalu, sekali lagi puasa tahun ini menyaksikan perbezaan penetapan awal Ramadhan di antara umat Islam, baik yang tinggal di negeri-negeri kaum Muslimin mahupun di negara kaum kuffar. Ini kerana masih terdapat negara dan sebahagian umat Islam yang masih memulakan puasa berdasarkan kaedah hisab (penetapan) tanpa melihat kepada anak bulan. Juga, kerana masih ada sebahagian pemimpin dan umat Islam yang masih membelenggu diri mereka dengan sempadan assabiyyah dan wathaniyyah ciptaan kuffar penjajah sehingga tidak mahu menerima hilal (anak bulan) yang dilihat di negara lain. Walhal Rasulullah SAW bersabda, “Berpuasalah kalian kerana melihat hilal dan berbuka (berhari raya)lah kalian kerana melihat hilal dan jika mendung (awan) meliputi penglihatan kalian, maka genapkanlah Sya’ban kepada 30 hari” [HR Muslim].

Dalam hadis ini Rasulullah tidak pernah membataskan kepada kaum Muslimin tertentu di negara tertentu, sebaliknya Rasulullah menyatakannya secara umum, yakni Muslim manapun yang melihat anak bulan di negara/tempat mana sekalipun, maka ini menjadi sebab kepada masuknya 1 Ramadhan dan kaum Muslimin di seluruh dunia wajib berpuasa. Apatah lagi dengan kecanggihan sistem komunikasi yang ada sekarang yang sesungguhnya langsung tidak menjadi masalah untuk umat Islam menyampaikan berita ternampaknya hilal ke seluruh dunia hanya dalam masa beberapa saat sahaja. Dengan dalil yang begitu jelas dan sistem komunikasi tanpa batas, umat Islam sesungguhnya tidak ada alasan untuk tidak berpuasa secara serentak di seluruh dunia. Namun sayangnya oleh kerana negeri-negeri umat Islam terpecah kepada lebih 50 buah dan masih diperintah oleh pemimpin sekular yang memerintah dengan sistem kufur dengan batas sempadan negara-bangsa, maka terjadilah perpecahan dalam segala hal hatta kepada penetapan 1 Ramadhan. Beginilah keadaan umat Islam yang hidup tanpa Daulah Khilafah, terpecah belah walaupun di dalam menyambut Ramadhan yang sepatutnya menjadi simbol kesatuan ibadat umat Islam. Semoga pada tahun-tahun yang mendatang umat Islam akan berpuasa serentak pada hari yang sama di bawah naungan Khilafah, Insya Allah.

Beberapa hari menjelang puasa, kita di Malaysia dihidangkan dengan isu ‘boleh-tidak’ mahasiswa untuk melibatkan diri dalam politik kepartian. Isu ini tercetus apabila Timbalan Menteri Pengajian Tinggi, Datuk Saifuddin Abdullah menyatakan bahawa kerajaan bersedia untuk berbincang dengan semua pihak termasuk pemimpin pelajar bagi meminda Akta Universiti dan Kolej Universiti (AUKU) untuk membolehkan mahasiswa melibatkan diri dalam politik kepartian. Saifuddin berkata, sebagai permulaan beliau akan menghadiri perbincangan meja bulat mengenai perkara itu yang dianjur Majlis Belia Malaysia (MBM) di mana perbincangan meja bulat itu akan turut disertai pertubuhan bukan kerajaan dan pemimpin mahasiswa. “Apa yang penting ialah soal hak mereka (mahasiswa) untuk bersuara dan berorganisasi yang dijamin oleh Perlembagaan. Di samping itu ia penting untuk mematangkan demokrasi kita,” katanya [UM09/08/10]. Kenyataan Saifuddin ini mengundang reaksi positif dari beberapa pemimpin pembangkang dan pimpinan pelajar IPT yang telah lama menuntut agar mahasiswa diberi kebebasan berpolitik. Banyak pihak kemudiannya terus membincangkan aspek pro dan kontra membenarkan mahasiswa terlibat dalam parti politik. Namun, belum pun habis isu ini dibincangkan dari aspek baik buruknya, hanya beberapa hari selepas Saifuddin mengeluarkan kenyataan yang ‘agak berani’ ini, Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin terus menangkis bahawa larangan mahasiswa melibatkan diri dalam kancah politik kepartian adalah kekal. “Setakat ini larangan tersebut kekal kerana mereka masih terikat dengan AUKU”, tegas Muhyiddin [UM10/08/10].

Kewajipan Berpolitik

Dalam pada segelintir mahasiswa mendesak kerajaan agar membenarkan mereka terlibat di dalam parti politik, kita semua tahu bahawa sebahagian besar mahasiswa adalah golongan yang takut untuk berpolitik. Ini kerana adanya AUKU yang boleh menyebabkan mereka digantung atau ditendang dari universiti jika terlibat di dalam parti politik. Jadi, mereka lebih memilih jalan selamat untuk langsung memisahkan diri dari politik atau jika terlibat sekalipun, hanyalah sebatas politik kampus yang dibenarkan oleh AUKU. Hal ini justeru menyebabkan ramai mahasiswa yang buta politik malah ada yang menyifatkan bahawa terlibat dalam politik hanyalah suatu tindakan yang bodoh atau sia-sia. Pemikiran kebanyakan mahasiswa telah terindoktrinisasi dengan fahaman bahawa kehidupan  seorang mahasiswa hanyalah untuk belajar dengan kemuncaknya memperolehi segulung ijazah manakala politik adalah suatu yang tidak ada kena mengena dengan tujuan mereka memasuki universiti. Persepsi salah yang dimiliki mahasiswa berhubung politik ini bercambah sejak kecil lagi kerana mereka lahir dan dibesarkan di bawah sistem pendidikan demokrasi-sekular yang menyebabkan kefahaman mereka tersasar jauh dari kefahaman Islam yang sebenar.

Sebagai golongan intelek, mahasiswa sepatutnya melihat dan memahami politik beserta hukum-hakamnya dengan mengkaji nas-nas dari al-Quran dan al-Hadis, seterusnya mereka mesti bertindak mengikut apa yang diterangkan oleh nas, bukannya mengikut fahaman atau lunas undang-undang yang dibuat oleh manusia. Mereka sepatutnya lebih takutkan Allah dari takutkan pemerintah zalim yang melaksanakan undang-undang kufur ke atas mereka. Rasulullah SAW bersabda,

“Penghulu para syuhada’ adalah Hamzah bin Abdul Mutallib dan seorang yang berdiri di hadapan penguasa yang zalim lalu menasihatinya, kemudian dia dibunuh oleh penguasa tersebut”
[HR Hakim].

Sabda Rasulullah SAW yang lain,

“Barangsiapa (bangun) di pagi hari dan perhatiannya kepada selain Allah, maka Allah akan berlepas diri dari orang itu. Dan barang siapa (bangun) di pagi hari tidak memperhatikan urusan kaum Muslimin, maka dia tidak termasuk dari mereka (kaum Muslimin)” [HR Hakim].

Kedua-dua hadis ini menunjukkan kewajipan setiap Muslim untuk berpolitik yakni wajib untuk kita mengambil tahu urusan kaum Muslimin dan melakukan muhasabah (menasihati) pemerintah dengan Islam walau hingga ke tahap kita dibunuh sekalipun.

Dalam hadis-hadis ini adanya tuntutan yang bersifat jazm (tegas), yakni kaum Muslimin dituntut dengan dalil yang tegas agar memerhatikan kepentingan saudaranya yang lain, dengan kata lain Islam menuntut agar mereka berpolitik. Menyibukkan diri dalam politik bererti memperhatikan kepentingan kaum Muslimin yakni dengan cara menolak tindakan kejam penguasa serta tindakan kejam musuh terhadap kaum Muslimin. Kerana itu, hadis-hadis di atas tidak hanya berisi penolakan terhadap kekejaman yang dilakukan oleh penguasa sahaja melainkan mencakup keduanya. Lafaz, “barangsiapa yang tidak memerhatikan urusan kaum Muslimin” adalah berbentuk umum. Kata “yahtamma” (memerhatikan) bererti memandu kaum Muslimin kepada kebenaran, sedangkan kata “al-muslimin” itu sendiri adalah umum, kerana ia berbentuk jama’ (banyak) yang disertai dengan huruf alif dan lam. Ini membawa erti bahawa perhatian tersebut tertuju kepada kaum Muslimin secara umum, serta kepada apa sahaja yang terkait dengan kaum Muslimin, tanpa mengira di mana pun mereka berada dan apa pun bangsa atau keturunan dan warna kulit mereka.

Dalam hadis lain dari Ubadah bin Samit ia berkata,

“Nabi SAW mengajak kami (membaiatnya), lalu kami membaiat beliau. Kemudian beliau mengajarkan kepada kami bagaimana kami perlu membaiat. Lalu kami membaiat beliau untuk mendengarkan dan mentaati perintahnya, baik dalam keadaan yang kami senangi ataupun kami tidak senangi, dalam keadaan sulit ataupun lapang, serta dalam hal tidak mendahulukan urusan kami, juga agar kami tidak merebut kekuasaan dari seorang pemimpin, kecuali (sabda beliau), ‘Kalau kalian melihat kufran bawahan (kekufuran yang nyata) yang dapat dibuktikan berdasarkan keterangan dari Allah”
[HR Bukhari & Muslim].

Hadis ini menyentuh hubungan atau pertalian langsung di antara pemerintah dan rakyat di mana rakyat dituntut mentaati pemerintah selama mana pemerintah masih menerapkan Islam, namun apabila mereka menerapkan kekufuran maka kaum Muslimin tidak boleh berdiam diri kecuali berusaha menggantikannya. Justeru, setiap Muslim harus mengambil tahu atau ‘peka’ dengan urusan pemerintahan dan sistem yang mengatur mereka kerana wujudnya tanggungjawab yang perlu mereka pikul dalam persoalan ini. Inilah persoalan politik dan persoalan ini wajib diperhatikan oleh kaum Muslimin dengan mendalam kerana ia adalah satu kefardhuan.

Siyasah (politik) mengikut pengertian bahasa adalah pemeliharaan (pengurusan) kepentingan manakala siyasah menurut pengertia syar’ie bermaksud ri’ayah asy-syu’un al-ummah dakhiliyyan wa kharijiyan (mengatur/memelihara urusan umat sama ada dalam atau luar negeri) [Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustur]. Pengertian ini diambil dari beberapa hadis di mana Rasulullah SAW menggunakan lafaz ‘siyasah’ untuk menunjukkan maksud pengurusan/pemeliharaan urusan umat. Memperhatikan (mengambil peduli) terhadap kaum Muslimin adalah kepedulian terhadap kepentingan-kepentingan mereka. Begitu juga membantah kekuasaan penguasa (yang tidak Islami) merupakan kepedulian terhadap kepentingan kaum Muslimin serta termasuk mengurusi persoalan-persoalan mereka. Inilah pengertian politik menurut Islam.

Hadis dari Jarir bin Abdullah mengatakan,

“Aku mendatangi Nabi SAW lalu aku berkata, ‘Aku membaiatmu berdasarkan Islam. Maka baginda mensyaratkan agar aku memberi nasihat kepada semua Muslim”
[HR Bukhari].

Lafaz “an nas-hu” (nasihat) dalam hadis ini adalah berbentuk umum di mana termasuk di dalamnya adalah menolak tindakan zalim penguasa dan kezaliman musuh Islam terhadap kaum Muslimin. Hal itu bererti menyibukkan diri untuk berpolitik ‘dalam negeri’ untuk mengetahui polisi yang ditetapkan penguasa terhadap rakyatnya dalam rangka memuhasabah tindakan-tindakan penguasa tersebut. Di samping itu, ia juga bererti menyibukkan diri dalam berpolitik ‘luar negeri’ untuk mengetahui strategi dan tipu daya negara-negara kafir terhadap kaum Muslimin dalam rangka membongkarnya kepada kaum Muslimin serta berusaha mewaspadainya dan menolak ancamannya.

Allah SWT berfirman,

“Alif Lam Mim. Telah dikalahkan Rum di negeri yang terdekat. Dan mereka sesudah kekalahan itu akan menang dalam beberapa tahun lagi” [TMQ ar-Rum (30):1-3].

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Sihab,

“Telah sampai kepadaku khabar bahawa kaum musyrikin telah berdebat dengan kaum Muslimin di Makkah sebelum Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah. Mereka (musyrikin) berkata, ‘Orang-orang Romawi percaya bahawa mereka adalah ahli kitab dan orang-orang Majusi (ternyata) mengalahkan mereka. Dan kalian menyangka akan dapat mengalahkan kami dengan kitab yang diturunkan kepada Nabi kalian. Maka bagaimana orang Majusi dapat mengalahkan Romawi sedangkan mereka (Romawi) adalah ahli kitab. Oleh kerana itu kamilah yang akan mengalahkan kalian sebagaimana Parsi mengalahkan Romawi. Kemudian Allah SWT menurunkan ayat di atas.”

Riwayat ini membuktikan bahawa kaum Muslimin di Makkah sejak sebelum berdirinya Negara Islam telah melakukan perdebatan dengan orang-orang kafir mengenai pelbagai masalah luar negara dan hubungan internasional. Dalam riwayat tersebut dikatakan Abu Bakar bertaruh dengan orang-orang kafir bahawa bangsa Romawi akan menjadi pemenang. Abu Bakar melaporkan pertaruhannya tersebut kepada Rasulullah SAW dan baginda menyatakan persetujuannya, kemudian meminta Abu Bakar melanjutkan masa pertaruhannya dan menjadikan diri baginda sebagai teman bertaruhnya. Riwayat ini menunjukkan bahawa perbincangan terhadap permasalahan dan hubungan internasional telah dilakukan oleh kaum Muslimin sejak awal dan hal itu disetujui oleh Rasulullah. Berdasarkan hal ini, yang difardhukan bukanlah hanya menyibukkan diri berpolitik dalam negeri sahaja malah wajib juga melibatkan diri dengan politik luar negeri. Ini kerana yang wajib itu adalah menyibukkan diri dalam politik secara mutlak baik berupa politik dalam negeri mahupun luar negeri. Oleh itu, menelaah secara mendalam aktiviti-aktiviti penguasa adalah wajib, seperti juga wajibnya aktiviti berpolitik itu sendiri.

Mengikuti perkembangan politik (sama ada dalam atau luar negeri) secara terus-menerus dengan penuh kesedaran terhadap keadaannya, mengetahui motivasi negara dan bangsa-bangsa di dunia, mengikuti aktiviti politik yang berlangsung di dunia, mengadopsi strategi politik yang berupa teknik operasional serta bentuk-bentuk interaksi antara negara-negara, termasuk percaturan politik yang berlangsung di negara tersebut, semuanya adalah fardhu bagi kaum Muslimin, dan kewajiban ini muncul dari kaedah ma la yatimmul wajib illa bihi fahua wajib (suatu perkara yang tidak sempurna kecuali dengan melakukan suatu perbuatan, maka perbuatan itu menjadi wajib) Ini kerana, kaum Muslimin bertanggungjawab untuk mengembang dakwah dan jihad ke seluruh dunia. Kaum Muslimin juga wajib mengusir musuh yang cuba menceroboh dan menjajah tanah Islam. Justeru, mengembang dakwah ke seluruh dunia serta mengusir musuh dari negeri Islam ini tidak mungkin terlaksana kecuali dengan memahami hakikat posisi internasional dan rincian-rincian hubungannya dengan sesempurna mungkin. Dan tidak mungkin akan sempurna memahaminya melainkan dengan menelaahnya secara terperinci. Untuk melakukan semua ini tidak mungkin dapat dicapai jika kaum Muslimin tidak memahami politik, tidak mengikuti perkembangan politik atau tidak berpolitik baik di peringkat lokal mahupun global.

Di dalam kewajipan berpolitik dan menyertai parti politik, Allah SWT tidak pernah membezakan taklif di antara Muslim, baik ia adalah seorang pelajar, pekerja, pesara, pemimpin, rakyat, seorang lelaki mahupun perempuan, kaya atau miskin dan sebagainya. Firman Allah,

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan (Islam), mengajak kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.”
[TMQ Ali Imran (3):104].

Di dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan kaum Muslim mewujudkan setidak-tidaknya sebuah kutlah (jemaah/gerakan) yang menyeru kepada Islam dan melakukan amar makruf nahi mungkar. Menyeru kepada Islam dan melakukan amar makruf nahi mungkar sesungguhnya adalah kewajipan politik, tanpa mengira status seseorang Muslim itu baik ia seorang mahasiswa atau tidak.

Justeru, mahasiswa harus faham bahawa menyertai politik kepartian bukan sekadar boleh, malah ia adalah perintah Allah yang merupakan sebuah kewajiban. Hukum (boleh atau tidak) untuk mereka masuk ke kancah politik bukanlah berada di tangan pak menteri, baik Timbalan Perdana Menteri atau Perdana Menteri sekalipun. Tidak ada seorang manusia pun boleh menghalang seorang Muslim dari menyertai politik atau terlibat secara langsung di dalam politik kerana hal ini merupakan kewajipan dari Allah SWT. Dengan kata lain, walaupun undang-undang demokrasi mengatakan bahawa mahasiswa tidak boleh menyertai parti politik, dan kerajaan demokrasi hari ini menghalang mahasiswa dari menyertai politik, ini semua adalah batil dan tidak ada nilai sebesar zarah pun di sisi Allah! Siapa sahaja yang mengharamkan apa yang Allah halalkan, apatah lagi mengharamkan apa yang Allah telah wajibkan, maka dosa dan nerakalah yang layak baginya. Na’uzubillah min zalik.

Khatimah

Wahai kaum Muslimin! Sesungguhnya tidak ada perbezaan di antara hukum  Allah yang satu dengan yang lainnya. Jika suatu hukum itu wajib, maka ia mestilah dilakukan sekuasa-kuasa kita dan sebaliknya jika suatu hukum itu haram, maka ia mesti ditinggalkan. Tidak ada beza di antara kewajipan dakwah dan solat, di antara kewajipan solat dan puasa dan juga di antara kewajipan puasa dan kewajipan berpolitik. Kesemuanya adalah sama-sama kewajipan yang mesti dilakukan dan berdosa jika ditinggalkan. Hanya sahaja, yang perlu difahami adalah bahawa kewajipan berpolitik dan menyertai parti politik yang dimaksudkan di sini adalah berpolitik sesuai degan hukum syara’ dan menyertai parti politik yang dibangunkan atas dasar Islam, bukannya parti politik yang dibangun atas dasar sekular atau kufur. Bolehnya kita berpolitik bukanlah dan tidak boleh disandarkan kepada undang-undang ciptaan manusia. Al-Quran dan Sunnah hendaklah menjadi dalil dan sandaran bagi setiap perbuatan kita. Justeru, setiap Muslim hendaklah mentaati dan mengikat diri mereka kepada hukum Al-Quran dan as-Sunnah di dalam berpolitik, bukannya mentaati dan mengikat diri dengan AUKU, ISA, OSA, Akta Polis, Akta Penerbitan Dan Mesin Cetak, Perlembagaan Persekutuan dan lain-lain hukum kufur di bawah sistem demokrasi.

Share:

16 August 2010

يوم في حياة صائم

أخي المسلم : اختى المسلمة واقترب هذا الشهر العظيم بفضل الله ورحمته ، فأر الله من نفسك ما يحب ، فهذه أيام قلائل لا تدري هل تدرك آخرها أم لا، فحافظ على الدقائق الروحانية ، واللحظات الإيمانية ، حتى تصيبك نفحة من رحمة الله فتسعد سعادة لا تشقى بعده أبداً.---- الفجر ----- 1-عند الأذان: متابعة المؤذن، والدعاء بعده 2- القيام للصلاة واستشعار قول الله عز وجل(وقرآن الفجر إن قرآن الفجر كان مشهودا ) 3- أذكار الصباح بعد أداء الصلاة. 4- حفظ ورد معين من القرآن الكريم 5- الانتظار إلى وقت الإشراق مع كتاب الله تعالى ، ثم صلاة ركعتي الإشراق .----- الضحى ----- 1- الاستيقاظ قبل الساعة العاشرة صباحاً. 2- قراءة القرآن حتى الساعة العاشرة والنصف. 3- القراءة في أحد تفاسير القرآن إلى الساعة الحادية عشرة. 4- صلاة الضحى ، قال الرسول-عليه الصلاة والسلام-(صلاة الأوابين حين ترمض الفصال). 5- قراءة القرآن والاستعداد لصلاة الظهر ، فأنت في رباط مادمت تنتظر الصلاة ----- الظهر ----- 1-مع أذان الظهر:الحرص على ترديد أذان المؤذن. 2- الدعاء بين الأذان والإقامة، فهو دعاء لا يرد بإذن الله . 3- القيام بالسنن الرواتب: أربع ركعات قبل الظهر ، واثنتين بعدها، فمن حافظ عليها حرمه الله على النار .4- الحرص على أذكار الصلاة، والمكوث في المصلى فالملائكة تستغفر لك ما دمت في مصلاك مطهراً .5- مراجعة ما تم حفظه من وردك اليومي من كتاب الله تعالى بعد صلاة الفجر . 6- متابعة القراءة في كتاب التفسير الذي بدأت به .7- القيلولة إن أمكن، لتباع السنة في ذلك . 8- الاستعداد لصلاة العصر، مع تلاوة كتاب الله إلى وقت الأذان .----- العصر ----- 1- مع أذان العصر: متابعة المؤذن، والترداد وراءه والدعاء، وتذكر قول الله تعالى(حافظوا على الصلوات والصلاة الوسطى) .2- أداء الصلاة مع الذكر بعدها، وتلاوة القرآن نصف ساعة تقريباً بعد الصلاة .3-من خير ما يستغل به وقت العصر سماع إذاعة القرآن الكريم، وتدوين الفوائد .3- إعداد الإفطار واستشعار قول الرسول-صلى الله عليه وسلم- (من فطر صائماً كان له مثل أجره ، لا ينقص من أجر الصائم شيىء) وقوله ( في كل ذات كبد رطبة أجر) واستشعار أن ذالك قربة لله بإخلاص النية واحتساب الأجر فيها .----- قبيل المغرب ----- 1- قال تعالى (فاصبر على ما يقولون وسبح بحمد ربك قبل طلوع الشمس وقبل الغروب) فاحرص على أذكار المسلم في هذا الوقت وكثرة الاستغفار والدعاء والتسبيح إلى أن يحين وقت الإفطار ، ولا تفرط في هذه الأوقات الغالية .2- والحرص على الدعاء لقول الرسول صلى الله عليه وسلم(إن للصائم عند فطره دعوة لا ترد) ولا تنس المسلمين من دعائك فدعوة المسلم لأخيه في ظهر الغيب مستجابة، وللداعي مثل ما دعا به لأخيه . ----- المغرب -----1- عند الأذان يستحب التبكير بالإفطار ، لقول الرسول صلى الله عليه وسلم(لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر وأخروا السحور) . 2- الترداد مع المؤذن .3- إتباع السنة عند الإفطار، وذلك بالإفطار على رطب، فإن لم تجد فعلى تمر .4- التبكير لصلاة المغرب وعدم الانشغال عنها بالأكل والاسترخاء ، والحرص على أداء الأذكار بعدها . 5- غالباً ما يكون وقت ما بعد المغرب لتجمع الأهل فيستغل بما ينفع. واحذر من إضاعته في المنكرات والملهيات ، فما هكذا تُشكر نعمة الفطر . ----- العشاء ----- 1-الاستعداد لصلاة العشاء والتراويح مع إتباع السنة في ذلك، والحرص على أداء الأذكار بعد الصلاة .2- المتابعة في قراءة كتاب التفسير ، والحرص على سماع برنامج نور على الدرب .3- حبذا لو كان النوم قبل الساعة الحادية عشرة، ليكون ذلك عوناً على قيام الثلث الأخير من الليل . وقبل النوم : أ- الوضوء.ب- أذكار النوم .ج- لا تنس وقفة محاسبة ليوم غربت عليك الشمس نقص فيه عمرك ولم يزد عملك وتذكر يوماً فات من هذا الشهر ماذا أودعت فيه من العمل الصالح ؟----- ثلث الليل الأخير ----- قال تعالى (أمّن هو قانت آناء الليل ساجداً وقائماً يحذر الآخرة ويرجو رحمة ربه) إن دقائق الأسحار غالية فلا ترخصها بالغفلة فأحيها بـ صلاة ودعاءاً واستغفاراً. 1- الاستيقاظ قبل الفجر، والحرص على إتباع السنة في :أذكار الاستيقاظ من النوم - السواك- قراءة الآيات من آخر سورة آل عمران (إن في خلق السماوات ..)الآيةإيقاظ الأهل للصلاة ، وإطالة القيام كما فعل الرسول صلى الله عليه وسلم . 2- قبل أذان الفجر تناوُل السحور ، وينبغي تأخيره لورود ذلك عن النبي صلى الله عليه وسلم وتذكر قوله سبحانه (والمستغفرين بالأسحار) . 3- التهيؤ لصلاة الفجر .أخي الكريم أحرص على:1- تقوى الله عز وجل في كل حال .2- كثرة الذكر والتوبة والاستغفار وقراءة القرآن .3- تجنب الذنوب والمعاصي صغيرها وكبيرها . 4- الحرص على أعمال الخير والإحسان ، مثل تفطير الصائم ، الصدقة،الإحسان لغير ، صلة الرحم، بر الوالدين، الكلمة الطيبة، الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر ، الدعاء ،حسن الخلق،أداء العمرة إن استطعت ،الحرص على السواك،إقامة حلقة ذكر للأهل . أسأل الله عز وجل أن يجعلنا ممن صام رمضان وقامه إيماناً واحتساباً .

Share:

♥ IMAN,ISLAM & EHSAN ♥

Bersaksi dua kalimah,
Lafazkan dengan sepenuh keyakinan,
Tiada Tuhan selain Allah,
Nabi Muhammad pesuruh Allah,

Berikrar dengan syahadah,

Iktikad dengan seluruh kebulatan,
Bersandar pada Al-Quran,
Sunnah Rasullullah itulah panduan,

Iman,Islam jua ehsan,

Kesatuan rumpun Islam,
Aqidah,Syariat,Hakikat,
Jangan terpisah,

Tidak sempurna keimanan tanpa keislaman,

Keislaman tanpa Iman kan jadi rapuh,
Ehsan itu penghayatan,
Rasa takut dan kehambaan,
Beribadah bagai melihat Allah,

Sungguh indah kehidupan dengan bersyariat,

Rukun Iman,Rukun Islam asas ajarannya,
Amalan hati dizahirkan,
Dengan budi dan kemuliaan,
Islam itu rahmat seluruh alam...

"...wallahua'alam..."
 
 
Share:

Sebarkan >> FOTO: Seruan Khilafah Menggema dari Masjid Al-Aqsa di Jumat Pertama Ramadhan, 130.000 Jamaah Tumpah Ruah

Syabab.Com- Subhanallah, jumat pertama Ramadhan telah dijadikan sarana dakwah penegakkan Khilafah oleh Hizbut Tahrir di Masjid Al-Aqsa, Baitul Maqdis, Palestina. Sekalipun dalam tekanan penjajah Israel, sekitar 130.000 kaum Muslim, baik tua maupun wanita yang dapat masuk ke Masjid Al-Aqsa dari Tepi Barat tumpah ruah di Kompleks Masjid Al-Aqsa tersebut.

Tampak, panji-panji Rasulullah berkibar di sekeliling komplek Masjid Al-Aqsa. Sebuah spanduk besar pun terpasang sebagai sebuah seruan dari Masjid Al-Aqsa. "Al-Khilafah, Menegakkan Agama dan Menyatukan Kaum Muslim", demikian isi spanduk besar yang terpampang di gerbang antara Masjid Al-Aqsa dan Kubah Shakhrah.

Seruan Khilafah pun digelorakan baik di dalam Masjid maupun di halaman masjid. Seorang Syeikh memberikan pengajaran kepada kerumunan jamaah tentang Khilafah dan pentingnya penegakkan Khilafah sebagai kewajiban atas kaum Muslim menegakkannya. Khilafah pula yang dapat membebaskan Al-Aqsa dari cengkraman penjajah Israel.

Di awal-awal Ramadhan ini, kaum Muslim memenuhi kompleks Masjid Al-Aqsa lebih besar dalam sholat fajar dan sholat tarawih kemarin. Puluhan ribu jamaah memenuhi koridor Masjid Al-Aqsa.

Beberapa gerbang Masjid Al-Aqsa terjadi bentrokan antara para pemuda yang hendak memasuki Masjid dengan pasukan pendudukan yang mencegah mereka untuk memasuki area Masjid Al-Aqsa.
Teroris Israel telah menerapkan pembatasan bagi mereka yang berusia kurang dari 50 tahun untuk memasuki tempat suci ketiga bagi umat Islam ini.

Pihak polisi Israel menyatakan, jamaah yang boleh masuk ke kompleks masjid hanya jamaah lelaki yang usianya di atas 50 tahun dan jamaah perempuan yang usianya di atas 45 tahun.

Demikianlah, semua ini hanya mengingatkan kita pada sabda Nabi Muhammad Saw., "Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang selalu menegakkan kebenaran dan mampu mengalahkan musuh-musuh mereka. Tidak memadaratkan mereka orang-orang yang menentang mereka, kecuali sekadar kesulitan hidup yang akan menimpa mereka, sampai datang kepada mereka keputusan Allah (Hari Kiamat), sementara mereka tetap dalam keadaan demikian."

Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, di manakah mereka berada?" Rasulullah saw. menjawab, "Mereka berada di Baitul Maqdis (al-Quds) dan di sekitar Baitul Maqdis." (HR. Ahmad dan ath-Thabrani)

Semoga seruan Khilafah ini didengar oleh kaum Muslim di seluruh dunia, dan kaum Muslim bergerak untuk menegakkan Khilafah sebagai pemersatu umat. Pada saat itulah, Khilafah akan membebaskan Al-Quds dan negeri-negeri Muslim lainnya dari cengkraman penjajah. Insya Allah, tak akan lama lagi! [m/f/arabbab/syabab.com]







Share:

Chat with me