Showing posts with label Khilafah. Show all posts
Showing posts with label Khilafah. Show all posts

04 June 2013

Perlu, Rindu, Cinta.

Assalamualaikum, moga sentiasa dalam redha Allah...

Dah lamanya tak update. Dah seminggu lebih kita bercutikan... tapi, saya tak update pun lepas exam. Saya update minggu ni. Hihi ^^,

2 Jun hari tu telah berlansung Muktamar Khilafah 2013 di Jakarta, Indonesia. Telah dihadiri lebih 180 000 orang. Pada mulanya saya dapat tau seramai 120 000 yang hadir. Lepas tu 150 000 dan akhir sekali 180 000. Alhamdulillah, sangat-sangat melepasi target.

Sedih sangat sebab tak dapat pergi, belum ada rezeki. Tapi, bila tengok gambar dan video Muktamar Khilafah hari tu, rasa semangat sangat apatah lagi orang yang hadir kat sana... lagi semangat. Tengok al Liwa' dan ar Rayah berkibar di stadium kat sana... Ya Allah... Hebatnya.

Berbagai-bagai negara yang hadir di sana. Malaysia pun ada. Alhamdulillah... Ni antara gambar yang saya sempat save. Tengoklah betapa umat sangat rindu akan Shariah & Khilafah. Saya pun rindu dan perjuangkannya, anda bagaimana? Marilah kita sama-sama meraih kemuliaan dengan menegakkan kembali Khilafah dan in shaa Allah Khilafah akan tegak kembali tidak lama lagi. Sungguh, Khilafah adalah janji Allah yang pasti! Tidak ada siapapun yang dapat menghalang Khilafah daripada tegak kembali! Allahu Akbar!

Share:

01 March 2013

One Ummah, One Flag, One War!


Syabab.Com - Setelah pekan lalu pihak sekuler berupaya menolak penamaan aksi revolusi yang akan menuntut penegakkan Khilafah ini, akhirnya aksi Revolusi Syam "Jumat Satu Umat Satu Bendera Satu Peperangan" akan digelar di seluruh kota dan daerah di Suriah hari ini Jumat, 01/03/2013.
Aksi penegasan bahwa umat Islam sebagai satu umat, satu bendera yakni rayatul uqab Rasulullah Saw. serta, satu peperangan terhadap para penyerang Islam, mendapat dukungan dari kaum Muslim di seluruh penjuru dunia. Ini akan menunjukkan bahwa sesungguhnya umat Islam ini benar-benar umat yang satu di seluruh penjuru dunia.

Sejak pekan lalu, para aktivis dan para ulama telah menyatakan dukungan atas penamaan aksi Jumat Satu Umat Satu Bendera Satu Peperangan ini di mana di dalamnya akan diserukan penegakkan Khilafah di bumi Syam sebagai pusat negeri kaum Mukmin.

Warga sudah mulai melakukan persiapan menyambut aksi di awal bulan Maret, di mana tepat 89 tahun lalu sudah kaum Muslim hidup tanpa keberadaan Khilafah, sebuah sistem pemerintahan yang akan menyatukan seluruh kaum Muslim, penerap syariah, penegak risalah, yang diserukan warga Syam.

Sementara itu, kaum Muslim di Masjid Al-Aqsa, Jumat pekan lalu, telah mengawali aksi dengan tema yang sama, Jumat Satu Umat Satu Bendera Satu Peperangan, sebagai bukti dukungan Baitul Maqdis terhadap rakyat Syam untuk mengembalikan panji-panji Rasulullah Saw, menegakkan Khilafah serta mampu membebaskan al-Aqsa yang terkepung oleh penjajah Yahudi Israel.

Aksi yang sama juga digelar oleh kaum Muslim di Eropa, seperti di Denmark. Mereka tidak kalah dengan kaum Muslim di negeri-negeri Muslim. Ribuan massa dari berbagai kota di Eropa tersebut berjalan menulusuri kota Copenhagen sambil meninggikan panji-panji royatul uqab Rasulullah Saw, panji hitam bertuliskan kalimah "Laa ilaaha ilallah muhammad rasulullah".

Hari Jumat ini, selain kaum Muslim di seluruh kota di Suriah akan meneriakkan tema yang sama "Satu Umat Satu Bendera Satu Peperangan" yang semakin mempertegas seperti dalam yel-yel mereka bahwa "revolusi kami, revolusi Islam", aksi serupa juga akan diselenggarakan oleh kaum Muslim di berbagai negeri untuk mendukung perjuangan penegakkan Khilafah di bumi Syam.

Demikianlah, umat Islam akan terus bangkit, fajar-fajar bersatunya umat Islam di bawah satu bendera, royatul uqob, panji Rasulullah Saw akan segera terwujud di bawah naungan Khilafah Rasyidah sebagai bisyaroh nabawiyah (kabar gembira dari Rasulullah). Insya Allah, semoga kita termasuk diantara para pejuang-pejuangnya, amin.
Rasulullah saw. bersabda: 

لاَ يَزَالُ مِنْ أُمَّتِي أُمَّةٌ قَائِمَةٌ بِأَمْرِ اللهِ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ»

وَلاَ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ قَالَ عُمَيْرٌ فَقَالَ مَالِكُ بْنُ يُخَامِرَ قَالَ مُعَاذٌ وَهُمْ بِالشَّأْمِ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ 

«هَذَا مَالِكٌ يَزْعُمُ أَنَّهُ سَمِعَ مُعَاذًا يَقُولُ وَهُمْ بِالشَّأْمِ

“Akan senantiasa ada sebagian orang dari umatku yang terus menegakkan urusan agama Allah. Tidak sampai memadaratkan mereka orang-orang yang menelantarkan mereka atau yang menentang mereka hingga tiba keputusan Allah (Hari Kiamat), sementara mereka tetap dalam keadaan seperti itu.” Umair mengatakan bahwa Malik ibn Yukhamir pernah mengatakan bahwa Mu’adz berkata, “Mereka itu ada di Syam.” Mu‘awiyah berkata, “Malik mengaku bahwa dia mendengar Mu’az pernah berkata, ”Mereka itu ada di Syam.” (HR. al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad)
Credit: Syabab.com
Share:

13 December 2012

Wajib tonton!


Bismillahi Al-Rahman Al-Raheem,
"Legislation is not but for Allah. He has commanded that you worship not except Him. That is the correct religion, but most of the people do not know." (Quran, Surat Yusuf 12:40)

We are the leaders of the following brigades:
- Ansar Al Sharia Brigade
- Abdullah Ibn El-Zubeir Brigade
- The Men of Allah Brigade
- The Martyr Mustafa Abdul-Razzaq's Brigade
- Swords of The Most Compassionate Brigade

Through our belief in the obligation of working to give full authority to the Islamic Shariah in all aspects of life and all government institutions, and as a request from us to gain Allah's pleasure (swt): We declare our formation of the coalition of The Supporters of the Khilafah in the sector of West Reef Aleppo. And we make a pledge to Allah (tabaaraka wa ta'aala), that we will strive actively to overturn the criminal, kaafir Baath regime. And that we will object to the conspiracies of the plotters, both internal and external (to Syria), and to bring down their sly plan: the plan of a civil democratic state. And that we will work with the sincere people of our Ummah to establish the Islamic Khilafah state, and to use it to end decades of colonisation and enslavement. And to return to the way we were -- as the nobles of the East and the West.

And indeed we invite our brothers who are fighters in the sincere brigades that they walk our path, and to declare their release from being tied to these new agents. And we warn them against offering compromises in their religion, for the sake of receiving money or weapons. Because certainly, therein lies their destruction.
"And to Allah belongs the depositories of the heavens and the earth, but the hypocrites do not understand." (Quran Surat Al Munafiqoon 63:7)

And Allah (azza wa jal) has guaranteed that He will support us if we support Him, and if we work to establish his upright religion and Shariah. Allah says:
"O you who have believed, if you support Allah , He will support you and plant firmly your feet." (Quran Surat Muhammad 47:7)

Allahu Akbar, All honour belongs to Allah.
Takbeer: Allahu Akbar! x3
The pledge: We swear by Allah, The Magnificent x2
That We will be trustworthy guardians of Islam x2
And that We will worship Allah and never associate partners with him x2
And that we will never settle with anything other than the Khilafah system x2
And even if we give in its way much [fighting] and souls x2
And Allah is over what we say a Witness x2
Takbeer: Allahu Akbar! x2
Share:

26 October 2012

Dunia rindu Khilafah

Assalamualaikum. Moga ceria dan bahagia di hari mulia, eid ul adha.

Selamat hari raya aidil adha bagi semua umat Islam di seluruh dunia. Tak sempat nak ucap awal sebab saya malas nak update blog. PMR dah lama habis, tinggal nak tunggu keputusan je. Berserah kepada Allah. Moga-moga keputusan yang diperolehi dapat membanggakan umi dan abah. Amiinn...

Tahun lepas dan tahun ni, Allah... banyak betul yang berlaku. Alhamdulillah, semakin berumur, semakin banyak pengalaman dan pengetahuan yang saya dapat. Sungguh amat banyak yang saya belum tahu.

Revolusi di Syria telah merebak ke Lebanon dan Jordan. Moga Allah memenangkan umat Islam dan menegakkan Khilafah dengan segera. Amiinn. Sungguh kezaliman Si pemimpin umat Islam sangat-sangatlah jelas kelihatan. Tiada keraguan.

Sampai bila seseorang itu akan berkuasa? Sampai Allah kehendaki seseorang itu akan jatuh dari tampuk pemerintahan. Jika Allah belum kehendaki, maka orang itu akan tetap berkuasa.


Kalau cerita je pasal umat Islam yang dibantai... Allah... sedihnya. Sungguh tak terkata kesedihan ni. Tapi, apakan daya diri kita yang tak punya kuasa ni... Para pemimpin umat Islam yang punya kuasa untuk menghantar tentera demi membela nasib umat Islam, apa yang mereka buat?! Semua orang yang celik pasti tahu, bahkan yang buta juga mengetahui!

Kita perlu banyakkan berdoa dan sebarkan propaganda kebenaran. Sungguh Allah yang dapat membalas apa yang kita lakukan dan semoga Allah membalas perbuatan "pengkhianat-pengkhianat" & kuffar Barat  dengan azab yang pedih. Atau Allah beri mereka keterangan aqidah/akal/hati untuk kembali taqarub kepada-Nya. Amiinn. Wallahu'alam.
Share:

10 June 2012

The Ummah Need Khilafah

Assalamualaikum. Saya rasa sedih dan tak gembira sebab sekarang ni dah tak buat entry pasal Khilafah. Rasa diri ni macam teruk bebeno. Orang lain sibuk cerita pasal institusi teragung, aku sibuk pasal lain pula. Malunya.

Seluruh dunia digemparkan dengan keinginan yang membuak-buak terhadap sesuatu yang boleh mensejahterakan dunia dan seisinya. Dan itulah Khilafah. Umat Islam memerlukan Khilafah kerana saat ini kehidupan mereka bahkan seluruh manusia dan juga dunia sesisi menghadapi kesengsaraan.

Dengan adanya sebuah institusi yang agung ini, yang mana sistem Islam dapat diterapkan dan umat Islam sejahtera di bawah naungan Khilafah. Allah SWT berfirman yang bermaksud:
Dan tiadalah Kami mengutuskan engkau (wahai Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam. [al-Anbiya: 107]
Rasulullah menyeru manusia agar menjadikan Islam sebagai satu-satunya sistem kehidupan. Jika Islam dijadikan sebagai panduan hidup dan sistemnya diterapkan, maka rahmat Allah akan melimpah ke seluruh alam kehidupan.

Tanpa Khilafah, lihatlah apa yang terjadi. Dengan adanya akal fikiran, berfikirlah anda dengan baik dan bijak. Allah SWT tuhan kita dan Muhammad SAW adalah Rasul kita, maka kita wajib taat. Wallahu'alam.

Share:

24 February 2012

Khilafah: Kami Mahu Khilafah!


Jika anda inginkan perubahan, lakukan segera. Perjuangkan perubahan ke arah kebenaran! Jika anda merindui sistem yang adil, perjuangkanlah Khilafah. Pasti hidup anda dan seluruh manusia akan sejahtera di bawah naungan Khilafah. Sungguh, jika benar anda manusia yang mahukan perubahan, "jerit" dan "laungkan" REVOLUSI!!!

Masanya untuk kita lakukan perubahan. Kita mengaku bahawa kita cinta akan Islam. Kita wajib perjuangkan sistem Islam agar kembali memerintah dunia! Buang dan kuburkan jauh-jauh sistem kufur saat ini mahupun yang sekecil-kecilnya.

Kita boleh lakukan! Perlu tetap semangat dan yakin akan janji Allah bahawa Allah pasti menolong hamba-hamba-Nya yang sentiasa sabar dan menolong agama-Nya. Allahu Akbar! Khilafah! Khilafah! Khilafah!
Share:

28 August 2011

para pemimpin umat Islam pengkhianat !

assalamualaikum . . kembali lagi untuk update blog . rasa macam lama beno tak update . dah nak raya dah kita kan , rasa macam sayang beno nak tinggalkan bulan ramadhan . tahun depan , agak2nya dapat tak lagi kita hadir pada bulan ramadhan ? hmmm . . macamana persiapan raya korang ? balik kampung tak ? saya tak balik , raya kat sini je . tapi , tetap jugak akan meriah .


janganlah seronok sangat ye , sebab dunia ni masih diperintah oleh sistem kufur , takkan kita redha je ??? kita wajib pejuangkan kembali Islam supaya memimpin kembali dunia dan dari situlah kemuliaan akan kita raih ! jika Islam sudah menaungi dunia , sudah pasti penindasan terhadap umat Islam akan berakhir , tapi kita sebagai yang beragama Islam kenalah jugak usaha dengan sangat2 kuat kerana penindasan tu tak akan berakhir tanpa kerja tangan umat Islam sendiri dan juga tanpa izin Allah . kalau nak perkara tu terjadi , perlu ada usaha yang kuat untuk memperjuangkan Islam .

lihatlah dunia , bukalah mata !! umat Islam adalah saudara kita kerana kita juga beragama Islam . darah umat Islam sentiasa jatuh ke bumi setiap saat akibat pembantaian yang dilakukan oleh pemimpin mereka dan juga musuh2 Islam . jika ada pemimpin yang hanya mengutuk perbuatan keji musuh2 Islam kerana menindas umat Islam tapi tidak menghantar tentera untuk memerangi musuh2 Islam tersebut , itu tidak melambangkan yang pemimpin itu peduli akan umat Islam !

sebaliknya , dia lagi suka melihat umat Islam dibantai . kerana apa ? sekiranya dia peduli dan takut akan Allah , dia pasti akan mengisytiharkan perang ke atas musuh2 Islam . jika hanya berani mengatakan di akhbar2 atau media2 massa yang dia benci akan pebuatan musuh2 Islam , itu boleh sahaja dinamakan hipokrit . lihatlah , betapa dia menghabiskan duit rakyat dan bersenang2 dengan kekayaan yang dimiliki hasil daripada kerja merompak hak rakyat ! bukalah mata anda , para pemimpin umat Islam langsung tidak memikirkan rakyatnya , dia hanya tau memikirkan kekayaan dia dan kekayaan yang dia akan raih ! inikah pemimpin yang disenangi ??!

mungkin kita di Malaysia tidak rasa akan kesusahan , tapi jika kita benar2 buka mata dan hati serta fikiran kita , sudah pasti kita akan rasa betapa peritnya hidup di bawah sistem sekularisme kapitalisme ! sistem ini mencengkam kehidupan kita . sistem ini yang melahirkan berbagai2 maksiat . sistem ini yang melahirkan manusia yang cinta akan harta duniawi dan sama sekali tidak takut akan Allah ! betapa peritnya . . . umat Islam ditindas , hanya manusia yang prihatin sahaja dan organisasi2 kecil sahaja yang menghulurkan bantuan kemanusiaan . tapi , para pemimpin umat Islam buat apa ?! apakah mereka sedang nyenyak tidur sementara berjuta-juta umat Islam dibunuh dan dibantai ?! kenapa tidak menghantarkan bantuan ketenteraan ke atas mereka ?!
Rasulullah SAW bersabda:
“Bahawasanya Imam itu bagaikan perisai, dari belakangnya umat berperang dan dengannya umat berlindung.” [HR. Muslim] 
di mana pemimpin yang bertaqwa ?! di mana pemimpin yang amanah dalam menjadi khalifah ?! di mana pemimpin yang sanggup tidak tidur , makan dan minum kerana takut di akhirat kelak Allah akan bertanya tentang rakyat yang dipertanggung jawabkan ke atasnya ?!

mereka langsung tidak berasa aib apabila mereka bersalaman dengan musuh2 Islam yang selama ini sering menumpahkan darah umat Islam malah mereka redha musuh2 Islam membunuh umat Islam !!! sampai bila kita mau berdiam diri , saudara kita dibantai !!! kita perlu melakukan perubahan dengan bersama2 tegakkan kembali Khilafah . yakinlah , Khilafah merupakan janji Allah dan Allah pasti tidak akan memungkiri janji ! raihlah kemuliaan dengan menegakkan kembali Khilafah .


Share:

19 July 2011

Khilafah merupakan fardhu yang paling agung !

assalamualaikum . . alhamdulillah , betul2 saya tak sangka . tapi saya betul2 yakin Allah bantu saya . dan alhamdulillah . . alhamdulillah , Allah bantu juga . ya Allah , maha suci Engkau yang telah mempermudahkan urusan hamba2-Mu . bahagianya :)

ok , hari ni saya tersangat2 suka dan gembira sebab apa yang saya rasa iaitu perasaan takut dan gementar telah hilang kerana Allah permudahkan urusan saya daripada masalah yang buruk . *panjangnya ayat ! belajar pun tenang je rasa . tapi , ada jugak masa untuk melukis . hehe . . ye la , tak de buat apa2 terus je la lukis sambil buat komik . huh ? komik ? ala , bukan komik yang teruk pun .

birthday saya dah 3 hari berlalu pun masih ada lagi yang ucap . haha . . bagus2 , dan terima kasih kepada anda semua yang baik hati . seperti yang korang tau , bulan sya'ban dah nak meninggalkan kita dan bulan ramadhan pula bakal menyusul . bestnya ! tak sabar nak hidup di bulan ramadhan . eh , hidup ?? hehe . . rindu amat kat bulan ramadhan . ok , entry pasal bulan ramadhan akan dibuat sehari sebelum ramadhan k . .

korang rindu akan Khilafah tak ? rindu akan syariat Islam tak ? rindu akan naungan rahmat Allah ke seluruh dunia ? rindu akan sistem Islam yang akan memerintah dengan adil ? kalau rindu , berjuanglah hingga ke saat nyawa terakhir untuk mengembalikan kehidupan Islam . alangkah besar dan berlipat gandanya pahala memperjuangkannya . subhanallah , hebatnya . saya menyeru kepada anda yang beragama Islam tak kiralah umur berapa , muda atau tua , marilah sama2 perjuangkan Khilafah kerana Khilafah merupakan fardhu yang paling besar .
“…para imam mazhab (Abu Hanifah, Malik, Syafi’i, dan Ahmad) bersepakat pula bahawa kaum muslimin di seluruh dunia pada saat yang sama tidak dibenarkan mempunyai dua imam, baik keduanya sepakat mahupun tidak.” (Lihat Syaikh Abdurrahman Al Jaziri, Al Fiqh ‘Ala Al Madzahib Al Arba’ah, jilid V, hal. 416)
tanpa Khilafah , seluruh syariat Islam takkan terlaksana dengan sempurna . tanpa Khilafah , umat ini akan hidup dalam keadaan sengsara/menderita/terseksa seperti sekarang yang sungguh dalam keadaan mencengkam ! tanpa Khilafah , para pemimpin berlaku tidak adil dan mengkhianati rakyatnya bahkan mengkhianati Allah , Rasul kerana tidak menunaikan amanah yang telah Allah bebankan ke atas diri2 mereka untuk menjaga rakyat ! tanpa Khilafah , tidak ada lagi keamanan yang dirasai umat Islam bahkan umat Islam dibunuh sesuka hati oleh musuh2 Islam dan umat ini tidak ada siapa pun yang mahu bela .
 gambar hiasan

tanpa Khilafah , riba' , zina' , judi , dan maksiat2 yang lain menjadi berleluasa dan tidak ada pemimpin yang mahu membendung maksiat tersebut ! tanpa Khilafah , manusia bebas melakukan apa sahaja tanpa memikir halal dan haram ! tanpa Khilafah , umat Islam tidak memikirkan nasib umat Islam yang lain sehingga mengatakan " urusan aku adalah urusan aku . tak ada kaitan ngan kau , dan urusan kau adalah urusan kau . tak ada kaitan dengan aku " ! sungguh tidak kiralah siapapun umat Islam , di mana pun umat Islam , yang dinamakan umat Islam itu adalah bersaudara .
Rasulullah SAW bersabda:
“Bahawasanya Imam itu bagaikan perisai, dari belakangnya umat berperang dan dengannya umat berlindung.” [HR. Muslim]
tanpa Khilafah , aqidah umat Islam tidak terjaga maka jadilah banyak fahaman yang menyimpang ! sungguh dengan Khilafah sahaja aqidah umat Islam akan terpelihara dan seluruh manusia berasa aman dan sejahtera di bawah sebuah negara yang dinamakan Khilafah ! oleh itu , sama2lah kita perjuangkan Khilafah meskipun ada manusia yang tidak menyenangi . saya juga menjemput korang ke munaaqashah yang bakal diadakan ahad ni .

Share:

26 January 2011

fikir sebelum terlambat

Assalamualaikum . kawan2 tau tak , dekat seluruh dunia sedang dihebohkan dengan seruan penegakkan Khilafah , ganti sistem kufur dan tukarkan dengan sistem Islam ? tau tak ? kalau tak tau , bermakna kawan2 tak amik tau hal dunia !

Sekarang ni , yang paling gempar seruan penegakkan Khilafah dekat Tunisia . subhanallah . .
begitu semangat sekali para pejuang Khilafah berjuang untuk mendapat mardhatillah . mereka tidak gementar mengatakan/membenarkan yang haq dan mengatakan perkara bathil tidak boleh dicampur-adukkan dengan yang haq !

para pejuang Khilafah sangat berani mengibarkan panji dan bendera Rasulullah . subhanallah , begitu bersemangat , ana jeles ! para pejuang Khilafah tidak pernah berhenti daripada melaksanakan kewajipan dan tanggungjawab untuk berdakwah kepada seluruh umat manusia yang ada di bumi ni .

kawan2 , pernahkah kawan2 berusaha untuk mengembalikan sistem Islam supaya kembali memerintah dunia ? pernahkah kawan2 melaungkan Khilafah meskipun ketika berseorangan ? pernahkah kawan2 ? adakah perkataan itu sangat asing bagi kawan2 ? tanyakanlah pada diri kawan2 dan juga fikiran kawan2 . ana tau , sudah pasti kawan2 tau jawapannya .

kawan2 , apabila kawan2 ingat tentang dunia kawan2 , janganlah lupa akan kepentingan dakwah . sesungguhnya kewajipan berdakwah , hukumnya tetap akan kekal wajib sampailah hari kiamat .

subhanallah , semangat yang tinggi yang ada pada setiap para pejuang Khilafah semakin hari semakin membara . mereka sentiasa yakin akan janji Allah bahawa Allah pasti akan menegakkan kembali Khilafah buat kali ke-2nya melalui sabda Rasulullah :
"Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian." Beliau kemudiannya diam. [HR Ahmad]
 yakinlah dengan janji Allah dan Rasulullah akan kewujudan Khilafah buat kali ke-2nya . subhanallah , beruntunglah bagi manusia yang sabar memperjuangkan Khilafah . kawan2 , pernahkah kawan2 terfikir , bahawa setiap diri2 kawan2 mempunyai tanggungjawab yang sangat berat dan ia merupakan kewajipan bagi seluruh umat Islam untuk menegakkan Khilafah ?

sebelum ana terlupa , kalaulah kawan2 nak tau tentang Khilafah , klik je link ni mykhilafah.com . bolehlah cari2 kat situ tentang Khilafah dan banyak lagi ye .

seluruh dunia melaungkan takbir kerana semangat untuk memperjuangkan Khilafah . para pejuang Khilafah sanggup mengorbankan masa , harta , diri hanya kerana untuk menegakkan sistem Islam secara kaffah ! subhanallah , siapalah yang tak nak memperjuangkan Khilafah , kerana balasan orang yang memperjuangkannya adalah syurga Allah . kawan2 tak nak ke ? berlipat kali ganda pahala bagi manusia yang memperjuangkan Khilafah untuk meraih redha-Nya .

ada beberapa dalil yang terkait dengan urusan dakwah/amar ma'ruf nahi mungkar dan juga politik .
“Siapa saja yang bangun pagi hari dan ia hanya memperhatikan masalah dunianya, maka orang tersebut tidak berguna apa-apa disisi Allah; dan barangsiapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia tidak termasuk golongan mereka. [ HR Thabrani dari Abu Dzar Al Ghifari ]
“Perumpamaan orang-orang muslim, bagaimana kasih sayang dan tolong menolong terjalin antara mereka, adalah laksana satu tubuh.  Jika satu bagian merintih merasakan sakit, maka seluruh bagian tubuh akan bereaksi membantunya, dengan berjaga (tidak tidur) dan bereaksi meningkatkan panas badan (demam).” (HR Muslim)
“Serulah manusia ke jalan Rabbmu (Allah) dengan jalan hikmah (hujjah) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik” ( An Nahl: 125 )
 kawan2 , macamana ? nak tak sama2 perjuangkan Khilafah ? fikir2 sebelum terlambat .  .

Share:

06 December 2010

Khilafah is state and goverment of Islam

Assalamualaikum kawan2 . Tau tak apa tu Khilafah ? Hari ni ana nak cerita tentang Khilafah . Bagi perhatian sepenuhnya tau ketika membaca . Ana nak ingatkan , kalian perlu baca ni . Ini bukanlah perkara main2 , sebaliknya ia adalah kewajipan ke atas seluruh umat Islam .


KHILAFAH

Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menegakkan hukum-hukum Syariat Islam dan mengembang risalah Islam ke seluruh penjuru dunia . Ni makna Khilafah yang sebenar2nya . Khilafah bukanlah khayalan dan bukan juga benda yang tak wujud . Sejak zaman Rasulullah Khilafah telah diwujudkan oleh baginda dengan izin Allah . Kalau tak percaya , baca hadis ni :

“Di tengah-tengah kalian terdapat masa Kenabian yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada masa Kekhilafahan yang mengikuti manhaj Kenabian yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu saat Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada masa kekuasaan yang zalim yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada masa kekuasaan diktator yang menyengsarakan, yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu saat Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Selanjutnya akan muncul kembali masa Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” Setelah itu Beliau diam. (HR Ahmad).

Banyak lagi dalil menganai wajibnya Khilafah . Kerana di dalam Daulah Khilafah , seluruh syariah Islam akan dapat terlaksana . Tanpa Khilafah , umat Islam sangat2 lemah . Jadi , ana selitkan dalil2 mengenai kewajipan menegakkan Khilafah .
"Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai…"  [Ali-’Imran [3]: 103].

Rasulullah SAW dalam masalah persatuan umat ini bersabda: "Barangsiapa mendatangi kalian - sedang urusan (kehidupan) kalian ada di bawah kepemimpinan satu orang (Imam/Khalifah) - dan dia hendak memecah belah kesatuan kalian dan mencerai-beraikan jemaah kalian, maka bunuhlah dia!" [HR. Muslim].

"Maka putuskanlah perkara di antara di antara mereka dengan apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka (dengan) meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu." (TMQ. Al-Ma’idah [5]: 48).

"Dan putuskanlah perkara di antara di antara mereka dengan apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari apa yang telah diturunkan Allah kepadamu" [Al-Ma’idah [5]: 49].

Rasulullah SAW bersabda: "Jika dibai’at dua orang Khalifah, maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya." [HR. Muslim].

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membai’at seorang Imam (Khalifah), lalu memberikan genggaman tangannya dan menyerahkan buah hatinya, hendaklah ia mentaatinya semaksima mungkin. Dan jika datang orang lain hendak mencabut kekuasaannya, penggallah leher orang itu." [HR. Muslim].

Di samping itu, Rasulullah SAW menegaskan pula dalam perjanjian antara kaum Muhajirin - Anshar dengan Yahudi: "Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Surat Perjanjian ini dari Muhammad - Nabi antara orang-orang beriman dan kaum muslimin dari kalangan Quraisy dan Yatsrib - serta yang mengikut mereka dan menyusul mereka dan berjihad bersama-sama mereka - bahawa mereka adalah umat yang satu, di luar golongan orang lain..." (Lihat Sirah Ibnu Hisyam, Jilid II, hal. 119).
Tentang Khilafah ni , kawan2 jangan ambil remeh je tau , sebab menegakkan kembali Khilafah ni adalah kewajipan bagi seluruh umat Islam diseluruh dunia . Kalau kawan2 tak memperjuangkannya , apatah lagi tak amar ma'ruf nahi mungkar nescaya dosa besar . Menegakkan Khilafah ini tugasnya sangat berat , banyak halangan dan kalian jangan pernah takut , gentar dan jangan pula berputus asa kerana ganjaran di akhirat kelak , Allah akan berikan syurga-Nya kepada kawan2 .

Kuffar barat sangat2 tidak suka akan kemunculan kembali Khilafah buat kali ke 2nya . Oleh kerana itu , mereka tidak pernah berputus asa dan bersungguh2 untuk menghalang Khilafah agar tertegak kembali . Tapi , Allah tetap akan menyempurnakan janji-Nya bahawa dia akan menegakkan kembali Khilafah buat kali ke 2nya . InsyaAllah . Kalau kawan2 nak tau lagi tentang Khilafah , klik ni :

Hizbut Tahrir Indonesia
Hizbut Tahrir Malaysia

Kawan2 , jangan lupa tau , Khilafah adalah kekuatan bagi umat Islam . Tanpa Khilafah seluruh umat Islam menderita . Khilafah pernah memimpn dunia daripada zaman Rasulullah hinggalah zaman akahir Khilafah Uthmaniyyah selama lebih 1400 tahun . Telah terbukti , zaman pemerintahan Khilafah Islam sangat2 gemilang . Kalau kawan2 nak tau sangat2 tentang Khilafah ni , search je kat internet . Jangan search kat wikipedia ye .
Share:

14 November 2010

Membangkitkan Jiwa Berkorban untuk menegakan Khilafah Islamiyyah..

Saat kita merayakan Idul Adha, ingatan kita pasti melayang pada kisah Nabi Ibrahim as., yang Allah SWT perintahkan untuk menyembelih putra kesayangannya, Nabi Ismail as. Kisah ini telah begitu lekat di dalam benak kita serta selalu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi orang-orang yang beriman dan berserah diri. Allah SWT telah mengabadikan kisah kedua kekasih-Nya ini di dalam al-Quran:

Kami lalu memberikan kabar gembira kepada Ibrahim dengan (kelahiran) seorang anak yang amat sabar. Tatkala anak itu sampai pada umur sanggup bekerja dengan Ibrahim, Ibrahim berkata, “Anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Karena itu, pikirkanlah apa pendapatmu!” Ismail  menjawab, “Ayah, lakukanlah apa pun yang Allah perintahkan kepada engkau, insya Allah engkau akan mendapati diriku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS ash-Shaffat [37]: 101-102).

Kisah ini setidaknya menggambarkan dua hal: ketaatan dan pengorbanan.  Pertama: terkait ketaatan, kisah ini tegas mengajari kita agar kita selalu menaati semua perintah Allah SWT, meskipun untuk itu kita mesti mengorbankan sesuatu yang paling kita cintai, sebagaimana yang ditunjukkan Ibrahim as. dan Ismail as. Apalagi Allah SWT telah berfirman:

Demi Tuhanmu, mereka tidaklah beriman hingga menjadikan engkau hakim dalam perkara apa saja yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya (QS an-Nisa’ [4]: 65).

Allah SWT juga berfirman:

Tidaklah patut bagi Mukmin laki-laki maupun perempuan, jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan lain tentang urusan mereka (QS al-Ahzab [33]: 36).

Kedua ayat ini menjelaskan dengan sangat gamblang, bahwa kita wajib menaati semua ketetapan Allah dan Rasul-Nya. Kita pun wajib melaksanakan semua hukum Allah dengan hati tunduk dan pasrah. Sebaliknya, kita wajib menolak semua keyakinan/ideologi dan hukum yang bertentangan dengan akidah dan syariah Islam seperti sosialisme, komunisme, sekularisme, liberalisme, pluralisme, demokrasi, dan lain sebagainya.
Kedua: lebih dari sekadar taat, kisah Ibrahim as. dan Ismail as. juga telah mengajari kita untuk mengorbankan apa saja yang kita miliki dan cintai sebagai bukti kepasrahan kita kepada Allah SWT. Apalagi Allah SWT telah menyuruh kita untuk menempatkan cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya di atas kecintaan kita kepada yang lain, bahkan di atas kecintaan kita kepada diri kita sendiri. Allah SWT berfirman:

Katakanlah, “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, karib kerabatmu kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kalian sukai adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan (azab)-NYA.” (QS at-Taubah [9]: 24).

Sayang, kisah ketaatan dan pengorbanan Nabiyullah Ibrahim as. dan Ismail as. ini sekadar dibaca, namun belum dijadikan ibrah oleh sebagian besar umat Islam. Memang, tiap tahun mereka merayakan Idul Adha serta mengenang kisah ketaatan dan pengorbanan dua hamba Allah ini. Namun, kisah kedua kekasih Allah ini belum menyalakan keimanan dan ketundukan mereka secara total pada syariah Islam. Mereka justru tetap berhukum pada aturan-aturan sekular yang kufur seraya meminggirkan hukum-hukum Allah SWT dari kehidupan mereka. Bahkan sebagian mereka, khususnya para penguasa mereka, berusaha dengan keras menolak dan memusuhi syariah Islam. Jika demikian, dimana mereka meletakkan kisah ketaatan dan pengorbanan Ibrahim as. dan Ismail as.?

Lebih dari itu, Allah SWT telah berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula mereka masuk surga hingga unta masuk ke lubang jarum (QS al-A’raf [7]: 40).

Tidak hanya itu, ada pula sekelompok orang yang mengaku dirinya pengusung gagasan liberal, yang dengan terang-terangan dan tanpa malu berusaha dengan keras menjajakan pemikiran dan gagasan kufur yang ditujukan untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslim.  Dengan dalih demokrasi, HAM dan liberalisme, mereka berupaya menundukkan al-Quran dan as-Sunnah di bawah kepentingan-kepentingan jahat mereka.   Sesungguhnya seluruh pemikiran dan gagasan liberal tidak beranjak dari sudut pandang Islam, tetapi beranjak dari HAM, demokrasi dan liberalisme.   Namun, agar ide-ide sesat mereka diterima dan disambut oleh kaum Muslim, mereka membungkusnya dengan label pemikiran Islam. Mereka ini sesungguhnya hanya diperalat oleh orang-orang kafir untuk memadamkan cahaya Allah. Allah SWT berfirman:

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut (tipudaya) mereka, tetapi Allah justru menyempurnakan cahaya-Nya walau orang-orang kafir membencinya (QS Ash Shaff [61]: 8).

Di sisi lain, para penguasa di negeri-negeri Islam, termasuk di negeri ini, malah menjadi penjaga setia sistem kufur. Mereka bahkan memaksa anak-anak kaum Muslim untuk tunduk dan patuh pada hukum-hukum kufur itu. Bahkan dengan dalih menjaga konstitusi negara, mereka terus menghalang-halangi setiap usaha yang ditujukan untuk menerapkan syariah Islam secara total di negeri-negeri kaum Muslim. Sebaliknya, mereka bahkan terus memproduksi UU yang berlawanan dengan  akidah dan syariah Allah SWT. Lahirlah di negeri ini UU KDRT, UU Migas, UU SDA Air, UU Penanaman Modal, UU Energi, UU Minerba, UU Pendidikan, UU Kesehatan, dan sebagainya, yang jelas-jelas merugikan rakyat dan kaum Muslim.

Padahal sebagian besar penguasa maupun anggota perwakilan rakyat adalah anak-anak kaum Muslim. Namun, mengapa mereka justru menjadi orang pertama yang menolak setiap bentuk formalisasi syariah Islam dalam tatanan masyarakat dan negara?  Mengapa mereka malah bersekongkol dengan orang-orang kafir untuk membuat aturan-aturan yang sejatinya tidak berpihak kepada Islam dan kaum Muslim?

Penerapan sistem kufur ini telah berdampak luas bagi masyarakat dan kaum Muslim.  Kesyirikan dan kemaksiatan marak di tengah-tengah masyarakat. Perzinaan,  pembunuhan, pemakaian narkoba, mabuk-mabukkan, pencurian dan korupsi semakin merajalela. Kemaksiatan semacam perzinaan dan perselingkuhan malah disebarluaskan tanpa ada rasa malu lagi. Seks bebas bahkan difasilitasi dengan ATM kondom agar aman dari penyakit AIDS.

Sungguh aneh dan ironis sekali, tindakan yang mendorong terjadinya perzinaan dan seks bebas justru dilegalkan dan diberi kemudahan-kemudahan, sementara pernikahan dini dan poligami yang halal justru dihujat dan dianggap sebagai penindasan terhadap kaum wanita.
Sesungguhnya, kita yakin seyakin-yakinnya, bahwa satu-satunya solusi untuk menyelesaikan berbagai persoalan kaum Muslim seperti terpapar di atas adalah dengan menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam wilayah individu, masyarakat dan negara. Sebaliknya, tatkala hukum-hukum kufur diterapkan di tengah-tengah masyarakat, kita akan terus bergelimang dalam kemaksiatan, kemunduran dan keterbelakagan.  Oleh karena itu, sebagai wujud ketaatan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, kita harus berjuang untuk menegakkan kembali syariah Islam dalam institusi Khilafah Islamiyah.  Sungguh, hanya dengan cara ini saja umat Islam bisa terbebas dari persoalan hidup mereka, dan hanya dengan cara ini pula umat manusia bisa keluar dari krisis multidimensional yang mendera kehidupan mereka.
Untuk itu, kita tidak boleh berdiam diri terhadap sistem dan aturan kufur yang diterapkan di tengah-tengah kita. Kita wajib berjuang menegakkan kembali syariah Islam dan Khilafah Islam.  Kita wajib memberikan andil dan kontribusi bagi perjuangan menegakkan kembali syariah dan Khilafah ini.  Sebaliknya, kita haram menolak dan memusuhi seruan untuk kembali pada syariah dan Khilafah. Kita juga wajib memberikan kontribusi, baik harta, tenaga, maupun pikiran demi tegaknya syariah Islam dan sistem pemerintahan Islam yang agung ini.

Akhirnya, Idul Adha dan kisah Nabiyullah Ibrahim as. dan Ismail as. ini harus kita jadikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk selalu menaati perintah Allah dan Rasul-Nya sekaligus untuk senantiasa berkorban dalam perjuangan menerapkan syariah Islam secara kaffah melalui penegakkan Khilafah Islamiyah.

Semoga Allah SWT memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada para para pemimpin kita, agar mereka kembali pada syariah Islam dan sistem pemerintahan Islam swerta agar mereka kembali menjadi hamba-hamba Allah yang bertakwa.  Kita juga memohon kepada Allah, agar Allah memberikan kekuatan dan keberanian kepada para pemimpin bangsa ini untuk keluar dari tekanan, hegemoni dan dominasi kaum kafir.  [Disarikan dari Naskah Khutbah Idul Adha 1431 H yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir Indonesia]

Share:

23 September 2010

Khilafah Ajaran ASWAJA (Ahlussunnah wal Jama'ah/Sunni), Demokrasi Bukan Ajaran Aswaja

Definisi Aswaja (Ahlus Sunnah wal Jamaah), menurut Nashir bin Abdul Karim Al-Aql, adalah golongan kaum muslimin yang berpegang dan mengikuti As-Sunnah (sehingga disebut ahlus sunnah) dan bersatu di atas kebenaran (al-haq), bersatu di bawah para imam [khalifah] dan tidak keluar dari jamaah mereka (sehingga disebut wal jamaah). (Nashir bin Abdul Karim Al-Aql, Rumusan Praktis Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, Solo : Pustaka Istiqomah, 1992, hal. 16).

Definisi serupa disampaikan oleh Syekh Abdul Qadir Jailani dalam kitabnya Al-Ghaniyah, bahwa disebut ahlus sunnah karena mengikuti apa yang ditetapkan Nabi SAW (maa sannahu rasulullah SAW). Dan disebut wal jamaah, karena mengikuti ijma' shahabat mengenai keabsahan kekhilafahan empat khalifah dari Khulafa` Rasyidin) (maa ittifaqa 'alaihi ashhabu rasulillah fi khilafah al-a`immah al-arba'ah al khulafa` ar-rasyidin). (Balukia Syakir, Ahlus Sunnah wal Jamaah, Bandung : Sinar Baru, 1992, hal. 31)

Dari pengertian Aswaja di atas, jelas sekali bahwa ajaran Khilafah dengan sendirinya sangat melekat dengan ajaran Aswaja. Sebab Khilafah sangat terkait dengan istilah wal jamaah. Jadi, jamaah di sini maksudnya adalah kaum muslimin yang hidup di bawah kepemimpinan khalifah dalam negara Khilafah. Khilafah merupakan prinsip dasar yang sama sekali tidak terpisahkan dengan Aswaja.

Kesatuan Aswaja dan Khilafah ini akan lebih dapat dipastikan lagi, jika kita menelaah kitab-kitab yang membahas aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dalam kitab-kitab aqidah itu, semuanya menetapkan wajibnya Khilafah. Dalam kitab Al Fiqhul Akbar (Bandung : Pustaka, 1988), karya Imam Abu Hanifah (w. 150 H) dan Imam Syafi'i (w. 204 H), terdapat pasal yang menegaskan kewajiban mengangkat imam (khalifah) (pasal 61-62).

Dalam kitab Al-Farqu Baina Al-Firaq, karya Imam Abdul Qahir Al-Baghdadi (w. 429 H) menerangkan 15 prinsip Aswaja. Prinsip ke-12 adalah kewajiban adanya Khilafah (Imamah). Kata Abdul Qahir al-Baghdadi,"Inna al-imaamah fardhun 'ala al-ummah." (sesungguhnya Imamah [Khilafah] fardhu atas umat). (Lihat Imam Abdul Qahir Al-Baghdadi, Al-Farqu Baina Al-Firaq, Beirut : Darul Kutub Al-Ilmiah, 2005, hal. 270). Dalam kitab Al-Masa`il Al-Khamsuun fi Ushul Ad-Din hal. 70, karya Imam Fakhruddin Ar-Razi (w. 606 H) beliau mengatakan,"Mengangkat Imam [khalifah] adalah wajib atas umat Islam." Pernyataan serupa juga ditegaskan oleh Imam Ibnu Hazm (w. 456 H) dalam kitabnya 'Ilmu Al-Kalam 'Ala Mazhab Ahlis Sunnah wal Jamaah hal. 94 pada bab Mas`alah fi Al-Imamah.

Hal yang sama juga terdapat dalam kitab Al-Hushuun Al-Hamidiyah, karya Sayyid Husain Efendi, hal.189, beliau mengatakan,"Ketahuilah bahwa wajib atas kaum muslimin secara syara' untuk mengangkat seorang Khalifah..." (i'lam annahu yajibu 'ala al-muslimin syar'an nashb al-khalifah...).

Selain dalam kitab-kitab aqidah seperti dicontohkan di atas, dalam kitab-kitab tafsir, hadits, atau fiqih akan ditemukan kesimpulan serupa bahwa Khilafah memang kewajiban syar'i menurut paham Aswaja. Imam Al-Qurthubi dalam tafsir Al-Qurthubi (1/264) menyatakan,"Tidak ada perbedaan pendapat mengenai wajibnya yang demikian itu [Khilafah] di antara umat dan para imam, kecuali yang diriyawatkan dari Al-Asham, yang memang asham (tuli) dari syariah (laa khilaafa fi wujubi dzaalika baina al-ummah wa laa baina al-aimmah illa maa ruwiya 'an al-asham haitsu kaana 'an asy-syariah asham...). Imam Nawawi dalam Syarah Muslim (12/205) berkata,"Ulama sepakat bahwa wajib atas kaum muslimin mengangkat seorang khalifah." (ajma'uu 'alaa annahu yajibu 'ala al-muslimin nashbu khalifah). Imam Mawardi dalam Al-Ahkam As-Sulthoniyah hal. 5 berkata,"Mengadakan akad Imamah bagi orang yang melaksanakannya di tengah umat, adalah wajib menurut ijma'." (aqdul imamah liman yaquumu bihaa fi al-ummah waajibun bil ijma').

Jelaslah, bahwa Khilafah adalah memang ajaran asli dan murni Aswaja dalam berkehiduan bernegara dan bermasyarakat. Khilafah adalah wajib menurut Aswaja. Dengan demikian adalah sungguh aneh bin ajaib kalau ada individu atau kelompok yang mengklaim penganut Aswaja, tapi mengingkari atau bahkan mencemooh Khilafah. Pengingkaran penganut Aswaja terhadap Khilafah adalah batil, karena tindakan itu sesungguhnya adalah upaya memisahkan Aswaja dengan Khilafah. Ini jelas-jelas upaya keji dan jahat untuk merusak, menghancurkan, dan memalsukan ajaran Aswaja sejak prinsip dasarnya.

Demokrasi Bukan Ajaran Aswaja

Adapun sistem bernegara dan bermasyarakat sekarang, yaitu sistem demokrasi, sama sekali bukan ajaran Aswaja, melainkan konsep kafir penjajah yang sebenarnya haram diterapkan oleh umat Islam di seluruh dunia. Banyak ulama masa kini yang mengecam demokrasi dan memfatwakan haramnya menerapkan sistem demokrasi. Syaikh Abdul Qadim Zallum dalam kitab Ad-Dimuqrathiyah Nizham Kufrin (1990) menegaskan : "Demokrasi adalah sistem kufur, haram mengambilnya, menerapkannya, dan mempropagandakannya." (ad-dimuqrathiyah nizham kufrin yahrumu akhdzuha aw tathbiquhaa aw ad-da'watu ilaihaa). Demokrasi disebur sistem kufur, tiada lain karena menyerahkan hak menetapkan hukum pada manusia, padahal menetapkan hukum hanyalah hak Allah semata (QS Al-An`am : 57). Kecaman serupa terhadap demokrasi juga disampaikan oleh Syaikh Ali Belhaj dalam kitabnya Ad-Damghah Al-Qawwiyah li Nasfi Aqidah Ad-Dimuqrathiyah. Menurut Belhaj, umat Islam haram mengikuti demokrasi, karena termasuk perbuatan menyerupai orang kafir (tasyabbuh bil kuffar) (hal 18-19).

Karena itu, sesungguhnya telah jelas sekali bahwa demokrasi bukanlah konsep Aswaja. Demikian pula, segala sesuatu yang terkait dengan demokrasi itu, yakni paham sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan), yang menjadi ide dasar demokrasi. Juga bentuk pemerintahan yang lahir dari sistem demokrasi, yaitu sistem republik, baik republik parlementer maupun presidensial.

Semua konsep itu (demokrasi, sekularisme, republik) bukanlah konsep Aswaja, melainkan ajaran-ajaran asing yang kafir yang sudah berada di luar lingkaran Islam (laisa minal Islam). Semua konsep asing itu terwujud di Dunia Islam bukanlah terjadi secara damai dan atas kesadaran umat Islam itu sendiri, melainkan terjadi melalui paksaan, yaitu penjajahan yang kejam pada abad ke-19 dan ke-20. Terlebih lagi setelah Khilafah Islam di Turki hancur tahun 1924. Penjajahan itu selanjutnya membuat sistem pendidikan sekular yang akhirnya melahirkan manusia-manusia yang walau agamanya Islam (dan mungkin mengklaim berpaham Aswaja), tapi ideologinya sekular-liberal. Tidak kenal atau percaya lagi dengan Khilafah, tapi kenalnya demokrasi, sekularisme, dan sistem republik. Sungguh ironis dan menyedihkan.

Kita sebagai umat Islam, khususnya Aswaja, wajib kembali kepada ajaran yang benar dalam bernegara dan bermasyarakat, yaitu kembali pada Khilafah, bukan pada demokrasi. Kalau kita mengikuti demokrasi, berarti kita sudah terjerumus ke dalam dosa sebagaimana sabda Nabi SAW :

"Sungguh kalian akan mengikuti jalan-jalan (hidup) umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga kalau mereka masuk ke lubang biawak, kamu akan mengikuti mereka juga. Para shahabat bertanya, "Apakah mereka orang Yahudi dan Nasrani?" Rasulullah SAW menjawab,"Lalu siapa lagi?" (HR Bukhari dan Muslim).

Fungsi Khilafah : Menegakkan Syariah

Khilafah bukan ditujukan untuk kekuasaan itu sendiri, melainkan ditujukan untuk menerapkan syariah Islam. Khilafah, menurut Taqiyuddin An-Nabhani (w. 1977), adalah kepemimpinan umum untuk seluruh kaum muslimin di dunia, untuk menegakkan hukum-hukum syariah Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia (ri'asatun 'aammatun lil muslimina jami'an fi ad-dunya li iqamati ahkam asy-syar`i al-islami wa haml ad-dakwah al-islamiyah ila al-alam). (Taqiyuddin An-Nabhani, Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah, Beirut : Darul Ummah, 2003, 2/14).

Jadi, Khilafah itu sendiri sebenarnya bukanlah tujuan, melainkan sekedar metode (thariqah) untuk menerapkan hukum-hukum syariah Islam dalam segala aspeknya di dalam negeri. Syariah Islam itulah yang nantinya akan menyelesaikan segala masalah manusia (mu'alajat li masyakil al-insan), khususnya masalah publik semisal masalah dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, sosial, dan sebagainya. Dan Khilafah berfungsi sebagai institusi pelaksana untuk syariah Islam ini. Inilah fungsi Khilafah dalam negeri, yakni menerapkan Syariah Islam khususnya dalam bidang-bidang yang tidak dapat tegak kecuali dengan adanya Khilafah.

Penutup

Khilafah adalah ajaran asli Aswaja, sedang demokrasi bukan ajaran Aswaja, melainkan ajaran kafir penjajah yang dipaksakan atas umat Islam. Upaya memisahkan Aswaja dengan Khilafah, adalah upaya yang nyata-nyata merusak, menghancurkan, dan memalsukan ajaran Aswaja sejak prinsip dasarnya.

Sudah saatnya umat Islam, khususnya yang berpaham Aswaja, untuk kembali kepada Khilafah dan membuang sistem demokrasi yang kufur. [ ] http://www.khilafah1924.org/index.php?option=com_content&task=view&id=524&Itemid=48%EF%BB%BF
 



 
Share:

29 August 2010

wajib baca!!!

MALAYSIA, BERSATULAH!
KARENA ALLAH TELAH MENYATUKAN KALIAN DENGAN IKATAN AQIDAH TINGGALKANLAH SERUAN - SERUAN JAHILIYAH!! DAN KEMBALILAH KALIAN KEPADA ISLAM DALAM NAUNGAN KHILAFAH ISLAMIYAH

Ibnu Ishaq berkata, "Syas bin Qais -orang tua yang sangat kafir- berjalan melewati beberapa shahabat Rasulullah SAW dari Al-Aus dan Al-Khazraj dalam satu majelis yang menyatukan mereka. Syas bin Qais jengkel melihat keakraban mereka, persatuan mereka, kebaikan hati mereka dengan Islam setelah sebelumnya bermusuhan pada masa jahiliyah. kemudian Syas bin Qais menyuruh pemuda Yahudi untuk menyusup dan berbaur dalam sebuah pertemuan dengan shahabat-shahabat Rasulullah SAW, serta menyuruh mengungkit Perang Bu'ats (perang yang terjadi antara Al-Aus dan Al-Khazraj yang dimenangkan Al-Aus) dan melantunkan syair-syair yang pernah mereka ucapkan dahulu.

Pemuda Yahudi tersebut melaksanakan perintah Syas bin Qais. Dalam pertemuan tersebut kaum Muslimin berbicara hingga mereka bertengkar dan membanggakan dirinya atas orang lain. Bahkan, dua orang dari Al-Aus dan Al-Khazraj meloncat keatas hewan kendaraannya. mereka adalah Aus bin Qadhi (dari Al-Aus) dan Jabbar bin Shakr (dari Al-Khazraj). keduanya berkata secara bergantian, kemudian salah seorang dari keduanya berkata kepada yang satunya, "jika kalian mau kami kembalikan anak Unta itu  sekarang juga!" kedua belah pihak naik darah, mereka berkata , "ya, kami lakukan itu dan kita ketemu lagi di siang hari, senjata dengan senjata!". Kemudian Hal tersebut didengar oleh Rasulullah SAW, kemudian Beliau berangkat menemui mereka ditempat yang telah mereka sepakati dan ditemani beberapa shahabat dari kalangan Muhajirin. tiba ditempat mereka Rasulullah bersabda: "Wahai seluruh kaum Muslimin, ingatlah kalian kepada Allah, kenapa kalian mengikuti SLOGAN JAHILIYAH? padahal aku ada ditengah-tengah kalian, dan sebelumnya Allah telah memberi petunjuk kalian kepada Islam, memuliakan kalian dengan Islam, memutus segala kejahiliyahan dari kalian, menyelamatkan kalian dari kekafiran, dan MENYATUKAN HATI KALIAN!" kaum Muslimin dari Al-Aus dan Al-Khazraj sadar bahwa SLOGAN JAHILIYAH adalah TIPU DAYA SYETAN, dan SALAH SATU MAKAR DARI MUSUH ALLAH kepada mereka. Merekapun menangis dan setiap orang-orang dari Al-Aus dan Al-Khazraj saling merangkul dan berpelukan. Setelah itu mereka pulang bersama Rasulullah SAW dengan taat dan patuh kepada Beliau SAW. Sungguh Allah telah memadamkan dari mereka salah satu makar musuh Allah, kemudian Allah menurunkan FirmanNya: "Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?".Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?". Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.(TQS Ali Imran: 98-99)"  (Siroh Nabawiyah Ibnu Hisyam, Bab 102, hal 519).

Wahai Kaum Muslimin!

Sungguh Allah dan Rasulnya sangat membenci permusuhan, diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Janganlah kalian saling membenci, saling dengki, dan saling bermusuhan. Jadilah kalian hamba Allah yang besaudara. Dan tidak halal bagi seorang muslim memboikot saudaranya lebih dari tiga hari," (HR Bukhari [6065] dan Muslim [2559]). Dan setiap muslim adalah saudara bagi satu dengan yang lainnya, Rasulullah bersabda: "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak mengecewakannya (membiarkannya menderita) dan tidak merusaknya (kehormatan dan nama baiknya)." (HR. Muslim), dan campakkanlah ashobiyah dari hati kalian dengan tegas Rasulullah bersabda: "Bukan termasuk golonganku yang menyeru kepada Ashobiyyah (kelompok/suku/bangsa), berjuang untuk Ashobiyyah dan mati diatas Ashobiyyah" ( HR.MUSLIM )

konflik yang terjadi antara dua negeri muslim (Indonesia-Malaysia) hanyalah rekayasa kaum kuffar untuk memecah belah kaum Muslimin, dengan menancapkan paham Nasionalisme (kepentingan bangsa diatas kepentigan lain, bahkan diatas kepentingan Dien yang Mulia ini yaitu Islam) kedalam hati kalian, mereka menciptakan garis batas khayal (berupa batas teritorial yang berdaulat) yang menyebabkan kalian tidak akan pernah bersatu, sungguh ikatan Nasionalisme adalah ikatan yang lemah, yang dengan ini kalian tidak akan pernah bangkit dari keterpurukan, ikatan ini hanyalah ikatan yang dibangun berdasarkan nafsu keegoisan kalian demi mempertahankan eksistensi kailan!

sadarlah wahai kaum muslimin sesungguhnya kaum kuffar sedang tertawa melihat kondisi kalian seperti ini, mereka tertawa melihat umat Islam terpecah belah, dan ingatlah peringatan Rasulullah tentang penyakit WAHN yang Allah tancapkan kedalam hati kalian bahwa Beliau SAW bersabda: "Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kalian bagaikan orang-orang kelaparan mengerumuni hidangan mereka. seorang shahabat bertanya : Apakah karena jumlah kami sedikit waktu itu ? Beliau bersabda : Tidak, bahkan kalian pada waktu itu banyak sekali, akan tetapi kalian seperti buih dilautan. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn. seorang shahabat bertanya : Wahai Rasulullah, apakah wahn itu ? Beliau bersabda : Mencintai dunia dan takut mati.(Shahih. HR.Abu Dawud [2/102], Imam Ar-Ruyani [25/134/2], Ahmad [5/287])"

Maka, Demi Allah,. saat ini kaum kuffar sedang menajajah negeri-negeri kalian wahai kaum muslimin, mereka mengambil potensi sumber daya alam kalian, mereka sudah tidak lagi gentar kepada kalian karena rasa takut mereka kepada kaum Muslimin sudah dicabut Allah dari dalam hati mereka. Padahal pada mulanya Allah menjanjikan kepada kaum Muslimin dalam firmanNya:

 سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُواْ الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُواْ بِاللّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَان

"Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu."(TQS. Ali Imran: 151)

Akan tetapi kekhususan tersebut dibatasi oleh sabda Rasulullah SAW yang menyatakan : Allah akan mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian.

Wahai Ummatul Qur'an, Ummat Muhammad!

Janganlah kalian percaya kepada orang-orang kafir, sesungguhnya mereka menghalangi kalian dari jalan Allah, sesungguhnya mereka menjadikan kalian kafir setelah kalian beriman kepada Allah, Allah SWT berfirman:

ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوَاْ إِن تُطِيعُواْ فَرِيقاً مِّنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ يَرُدُّوكُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَن يَعْتَصِم بِاللّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikanmu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus."

Sesungguhnya kekuatan umat Islam bukanlah pada jumlah dan perbekalannya, bukan juga pada tentara dan logistiknya, akan tetapi kekuatan kalian terletak pada IMAN dan AQIDAH kalian, yaitu AQIDAH ISLAMIYAH, Allah SWT berfirman:

 كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِا

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah." (TQS Ali- Imran: 110)

hanya dengan ikatan AQIDAH ISLAMIYAH kalian dapat bersatu dan menjadi umat terbaik dengan memgang teguh agama Allah, sebagaimana Rasulullah mempersatukan kaum Anshor dan Muhajirin, dan mereka memegang teguh Al-Qur'an dan as Sunnah, Allah SWT berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karuniaNya kami bersaudara; sedangkan ketika itu kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat." (TQS Ali Imran: 102-105).

HADITS-HADITS LAIN TENTANG LARANGAN ASHOBIYAH
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Jabir bin Abdullah r.a. berkata, "Kami berperang bersama Rasulullah saw, kaum muhajirin berkumpul bersama Rasulullah saw. sehingga mereka banyak. Dalam rombongan muhajirin ada seorang lelaki yang suka berkelakar. Ia memukul pantat seorang anshar. Maka marah besarlah orang anshar itu sehingga keduanya saling memanggil temannya. Si anshar berteriak, 'Hai orang-orang anshar!' Sedang si muhajirin berseru, 'Hai orang-orang muhajirin!' Maka Rasulullah saw. pun keluar dan berkata, 'Mengapa harus ada seruan ahli Jahiliyah? Kemudian Rasulullah saw. bertanya, 'Ada apa gerangan dengan mereka?' lalu diceritakan kepada beliau tentang seorang muhajirin yang memukul pantat seorang anshar. Maka Rasulullah saw. bersabda, 'Tinggalkanlah seruan Jahiliyah itu karena ia amat buruk'!" (HR Bukhari [3518]).
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah telah menghilangkan dari kamu berbangga-bangga dri ala jahiliyah dan berbangga-bangga dengan nenek moyang. Sesungguhnya diantara kalian ada yang mukmin lagi bertakwa dan ada yang fasik lagi celaka, kalian adalah anak keturunan Adam dan Adam diciptakan dari tanah. Hendaklah mereka meninggalkan kebiasaan membangga-banggakan golongan. Karena mereka hanyalah bara dari bara-bara api neraka atau mereka akan menjadi lebih hina dari pada seekor serangga yang mendorong kotoran dengan hidungnya," (Hasan, Abu Dawud [5116]).
 
"Barangsiapa berbangga-bangga dengan slogan-slogan jahiliyah, maka suruhlah ia menggigit kemaluan ayahnya dan tidak usah pakai bahasa kiasan terhadapnya," (Shahih, HR Bukhari dalam Adabul Mufrad [963]).

by : Syawaldin Ridha
Share:

16 August 2010

Sebarkan >> FOTO: Seruan Khilafah Menggema dari Masjid Al-Aqsa di Jumat Pertama Ramadhan, 130.000 Jamaah Tumpah Ruah

Syabab.Com- Subhanallah, jumat pertama Ramadhan telah dijadikan sarana dakwah penegakkan Khilafah oleh Hizbut Tahrir di Masjid Al-Aqsa, Baitul Maqdis, Palestina. Sekalipun dalam tekanan penjajah Israel, sekitar 130.000 kaum Muslim, baik tua maupun wanita yang dapat masuk ke Masjid Al-Aqsa dari Tepi Barat tumpah ruah di Kompleks Masjid Al-Aqsa tersebut.

Tampak, panji-panji Rasulullah berkibar di sekeliling komplek Masjid Al-Aqsa. Sebuah spanduk besar pun terpasang sebagai sebuah seruan dari Masjid Al-Aqsa. "Al-Khilafah, Menegakkan Agama dan Menyatukan Kaum Muslim", demikian isi spanduk besar yang terpampang di gerbang antara Masjid Al-Aqsa dan Kubah Shakhrah.

Seruan Khilafah pun digelorakan baik di dalam Masjid maupun di halaman masjid. Seorang Syeikh memberikan pengajaran kepada kerumunan jamaah tentang Khilafah dan pentingnya penegakkan Khilafah sebagai kewajiban atas kaum Muslim menegakkannya. Khilafah pula yang dapat membebaskan Al-Aqsa dari cengkraman penjajah Israel.

Di awal-awal Ramadhan ini, kaum Muslim memenuhi kompleks Masjid Al-Aqsa lebih besar dalam sholat fajar dan sholat tarawih kemarin. Puluhan ribu jamaah memenuhi koridor Masjid Al-Aqsa.

Beberapa gerbang Masjid Al-Aqsa terjadi bentrokan antara para pemuda yang hendak memasuki Masjid dengan pasukan pendudukan yang mencegah mereka untuk memasuki area Masjid Al-Aqsa.
Teroris Israel telah menerapkan pembatasan bagi mereka yang berusia kurang dari 50 tahun untuk memasuki tempat suci ketiga bagi umat Islam ini.

Pihak polisi Israel menyatakan, jamaah yang boleh masuk ke kompleks masjid hanya jamaah lelaki yang usianya di atas 50 tahun dan jamaah perempuan yang usianya di atas 45 tahun.

Demikianlah, semua ini hanya mengingatkan kita pada sabda Nabi Muhammad Saw., "Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang selalu menegakkan kebenaran dan mampu mengalahkan musuh-musuh mereka. Tidak memadaratkan mereka orang-orang yang menentang mereka, kecuali sekadar kesulitan hidup yang akan menimpa mereka, sampai datang kepada mereka keputusan Allah (Hari Kiamat), sementara mereka tetap dalam keadaan demikian."

Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, di manakah mereka berada?" Rasulullah saw. menjawab, "Mereka berada di Baitul Maqdis (al-Quds) dan di sekitar Baitul Maqdis." (HR. Ahmad dan ath-Thabrani)

Semoga seruan Khilafah ini didengar oleh kaum Muslim di seluruh dunia, dan kaum Muslim bergerak untuk menegakkan Khilafah sebagai pemersatu umat. Pada saat itulah, Khilafah akan membebaskan Al-Quds dan negeri-negeri Muslim lainnya dari cengkraman penjajah. Insya Allah, tak akan lama lagi! [m/f/arabbab/syabab.com]







Share:

11 August 2010

Pentingnya Khilafah Dalam Penentuan Awal Dan Akhir Ramadhan

Khalifah mempunyai hak dalam melakukan penerapan ketetapan (tabanni) hukum syariah Islam dan melegalisasikannya menjadi undang-undang yang berjalan ke atas umat dan bersifat mengikat. Penerapan ketetapan hukum ini dilakukan oleh Khalifah jika berlakunya khilafiyah (perselisihan pendapat) dalam hukum syariah hasil ijtihad beberapa mujtahid. Maka apabila Khalifah memilih dan menetapkan sesuatu pendapat, rakyat wajib mentaatinya supaya perbezaan pendapat dalam masalah tersebut tidak timbul lagi. Dalam kaedah fiqh ada menyatakan : Amru al-imam yarfa’u al-khilaf fi al-masa`il al-ijtihadiyah (Perintah Imam/Khalifah dapat menghilangkan perbezaan pendapat dalam masalah-masalah hasil ijtihad/khilafiyah). (M. Khair Haikal, Al-Jihad wa al-Qital fi as-Siyasah al-Syar’iyah, III/1797; M. Shidqi al-Burnu, Mausu’ah al-Qawa’id al-Fiqhiyah, I/268).

Namun, jika khilafiyah itu timbul dalam masalah-masalah ibadah yang lain seperti sama ada solat tarawih itu perlu 8 rakaat atau 20 rakaat, solat Subuh itu perlu dengan qunut ataupun tidak, hukum dasar dalam hal ini Khalifah tidak akan menerapkan ketetapannya. Maka di sini kaum Muslimin tidak diwajibkan untuk  solat dengan cara yang sama dengan mazhab yang Khalifah tersebut ikuti dalam hal seperti jumlah rakaat solat tarawih, atau dalam pengamalan qunut dalam solat Subuh atau sebagainya.

Terdapat dua hujah mengapa Khalifah tidak melakukan penerapan ketetapan dalam hukum ibadah yang berbentuk khilafiyah. Pertama, kerana ia tidak bersesuaian dengan realiti penerapan ketetapan hukum memandangkan penerapan ketetapan hukum tersebut hanya berlaku terhadap interaksi antara manusia dengan manusia yang lain, misalnya dalam hukum muamalah dan uqubat, bukan terhadap interaksi antara manusia dengan Allah SWT. Kedua, kerana penerapan ketetapan dalam masalah ibadah akan menimbulkan rasa sempit (haraj) di kalangan umat. (Mahmud al-Khalidi, Qawa’id Nizham al-Hukm fi al-Islam, hal. 357)

Ini bukan bererti bahawa Khalifah haram untuk menerapkan ketetapan hukum-hukum ibadah. Apa yang dimaksudkan di sini adalah lebih baik Khalifah untuk tidak menerapkan ketetapannya. Jika sekiranya Khalifah ingin menerapkan sesuatu hukum ibadah, hukumnya adalah boleh (mubah), tidak haram. Imam Nawawi berpendapat bahawa adalah boleh (mubah) hukumnya untuk Khalifah menerapkan hukum ibadah tertentu. Sepertimana yang dipetik daripada Imam Suyuthi, Imam Nawawi menyatakan bahawa,"Jika Khalifah memerintahkan umat untuk berpuasa sunat tiga hari untuk istisqa (meminta turunnya hujan), umat wajib untuk mentaati perintahnya." (Imam Suyuthi, Al-Asybah wa An-Nazha`ir, hal. 527).

Sebaliknya, penerapan ketetapan hukum ibadah menjadi wajib bagi Khalifah jika ia berkaitan dengan penyatuan umat dan kesatuan negara yang wajib dijaga oleh Khalifah. Oleh itu, walaupun hukum dasarnya Khalifah tidak menerapkan ketetapan hukum ibadah, tetapi demi kesatuan umat dan kesatuan negara, Khalifah akan menerapkan beberapa hukum ibadah tertentu seperti penentuan waktu ibadah haji, penentuan awal Ramadhan, dan penentuan 'Idul Fitri dan 'Idul Adha. (Taqiyuddin an-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustur, hal.21).

Oleh yang demikian, walaupun penentuan awal dan akhir Ramadhan merupakan masalah khilafiyah, Khalifah kelak akan menerapkan penetapan  hukum dalam masalah ini. Pendapat yang akan dipilih dan  yang akan diterapkan adalah pendapat yang paling kuat (rajih) yang selari dengan penyatuan umat dan kesatuan negara, iaitu pendapat jumhur ulama yang mewajibkan penggunaan rukyatul hilal (bukan hisab) yang akan dilaksanakan di seluruh dunia. Menurut ahli tafsir Wahbah Az-Zuhaili, "Pendapat jumhur inilah yang rajih menurut saya, untuk menyatukan ibadah kaum Muslimin dan mencegah perbezaan pendapat yang masih belum dapat diterima lagi di masa sekarang." (Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, II/610, Ahmad bin Muhammad Siddiq al-Ghumari, Taujih al-Anzhar li Tauhid al-Muslimin fi al-Shaum wa al-Ifthar, hal.19).

Jadi apabila Khalifah melakukan rukyah kelak (melihat anak bulan), hasil rukyahnya akan dilaksanakan secara global ke atas seluruh umat Islam. Hal ini ditegaskan oleh Imam Al-Maziri ketika mensyarahkan hadis-hadis Sahih Muslim tentang rukyatul hilal. "Jika hilal telah dilihat oleh Khalifah maka seluruh negeri-negeri Islam wajib merujuk hasil rukyah tersebut…sebab rukyah Khalifah adalah berbeza dengan rukyah selain daripada Khalifah. Kerana seluruh negeri-negeri yang berada di bawah pemerintahannya dianggap sebagai satu negeri." (Imam al-Maziri, Al-Mu’allim bi Fawa`id Muslim, Tunis : Ad-Dar At-Tunisiyah, II/44-45). Wallahu a’lam.

Muhammad Siddiq al-Jawi  
Share:

15 May 2010

Kerinduan terhadap Khilafah..

uhuk...uhuk...eh!terbatuk pulak..maaf ye...pagi ni kita nak cerite tentang ape ye?ermmm...kalian rase?hehe...
pagi ni,ana nak cerite tentang 'adakah kita rindu Khilafah,atau tak?'....

si kucing pun rindu akan Khilafah..
takkanlah kita tidak???persoalan yang besar ana tujukan kepada seluruh kaum muslimin yang ade di dunia ni..harap2 faham la ye..(hehe)macamana umat islam itu sendiri boleh tak rindu Khilafah?sedangkan makhluk lain rindu sangat akan Khilafah..ish!macamana boleh jadi macam ni???entah2,ada juga yang tak tahu ape tu Khilafah..betul ke???nak tahu ape tu Khilafah?klik ni..hah!kene tahu tau..jangan tak tahu pula..(hehe..saje je..jangan marah)ermmm...adakah kita wajib untuk menegakkannya?tentu sekali wajib!berdasarkan dalil ini.. 

ثم تكون خلافة على منحاج النبوة
"kemudian,akan kembali Khilafah di atas jalan kenabian..."
[HR.Ahmad]

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat (jamaah/organisasi/partai) yang menyerukan kebajikan (Islam) serta melakukan amar makruf nahi mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung. (QS Ali Imran [3]: 104).


ok,dah percaya sekarang?(hehe)atau belum?kalau tak faham,kene banyaklah baca buku tentang Khilafah..kene rajin membace ye..(don't be lazy)banyak buku tentang Khilafah..cari je kat mane2,insyaALLAH akan jumpe..(don't worry)ermm...
lepas tu,ape usaha kita pulak untuk tegakkan Khilafah???
adakah hanya beribadah sahaja?atau sebaliknye?ok!perlu kita tahu bahawa untuk menegakkan Khilafah adalah dengan berdakwah..ana tahu mungkin ade sebahagian daripada kalian beranggapan bahawa jika berdakwah,proses penegakkan Khilafah lambat lagi..eh!tak semestinyalah..sebab,Khilafah itu janji ALLAH..asalkan kita ade usaha untuk tegakkan Khilafah..sebenarnya,untuk tegakkan Khilafah ni,banyak tentangan..jadi,kita kene bersiap-sedia akan ancaman musuh..jangan takut..(only fear God)so,don't worry ok?dakwah no 1!dakwah itu wajib sebegaimana wajibnya solat..jangan ambil mudah je ye?ingat sentiasa!nak tengok dunia ni aman,mestilah kene ade Khilafah..nak tengok Khilafah tegak,kita mestilah berusaha untuk tegakkannya..so,usaha keras!jangan cakap kalian sibuk dengan kerja..jangan!tak boleh cakap macam tu..kerana dakwah wajib..tak nak ke kita tengok saudara seIslam kita tidak lagi disiksa?x nak ke?!mestilah nakkan..jadi,usahalah ye..
memang banyak bentuk penentangan terhadap para pejuang Khilafah..seperti,disiksa,dibunuh..dan macam2 lagi..(jangan takut ye,ALLAH sentiasa ade bersama para pejuang islam)memang realitinya pihak musuh/kafir memang takkan senang akan Khilafah..meraka tak nak umat islam peroleh kemuliaan..
“..mereka (orang-orang kafir) tidak henti-henti memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka mampu” [TMQ al-Baqarah (2): 217].


ermm..dengan itu,ana nak ingatkan lagi sekali..'jika kalian takut,sesungguhnya takut kalian itu akan membawa kalian kepada kesengsaraan..jika kalian berusaha,insyaALLAH pertolongan ALLAH itu amatlah dekat'..fahamilah ayat tadi..sampai di sini sahajalah..
Share:

Chat with me